Dalam hal ini ada beberapa kurun zaman ditemukan arkeologi di Kal-Sel antara lain :
1. Arkeologi Pra-Sejarah
Sebelum pmanusia hidup menetap pada pemukiman, mereka berpindah-pindah mengikuti sumber daya pendukung kehidupan, seperti flora, fauna, dan kesediaan air. Kawasan Pegunungan Meratus di Kal-Sel dengan seluruh daya dukung kehidupannya telah membuktikan keberadaan hunian manusia prasejarah masa mesolitik-neolitik. Eksistensi manusia pra-sejarah Kal-Sel diketahui sejak 6000 tahun lalu di situs Gua Babi, Dusun Randu, Kec. Muara Uya, Kab. Tabalong. Hal ini dibuktikan melalui temuan eksvasi pada beberapa gua, di antaranya Gua Babi, Gua Tengkorak, dan Gua Cupu berupa, kapak batu, alat serpih, alat tulang, sisa tulang binatang, timbunan cangkang kerang, dan fragmen gerabah. Temuan yang serupa juga ditemui di Gua Sugung, Gua Payung, dan Gua Bangkai di Desa Mantewe, Kec. Mantewe, Kab. Tanah Bumbu.
2. Arkeologi Hindu-Budha
Nafas dan dinamika budaya Hindu-Budha di Kal-Sel dapat dibuktikan melalui temuan arkeologis yang diperoleh selama penelitian maupun yang disimpan oleh penduduk setempat. Tinggalan arkeologis tersebut, diantaranya berupa struktur bangunan candi, fragmen komponen bangunan candi, arca, fragmen keramik/gerabah, prasasti. Sepeti yang terdapat di daerah Amuntai, Barito Kuala, dan Tapin.
3. Arkeologi Islam-Kolonial
Dikenalnya istilah ”Khatib Dayan” sebagai penyebar dakwah Islam dari Demak, menandai mulai berkembangnya pengaruh Islam di Kal-Sel pada abad XVI M. Kerajaan Banjar dengan pusatnya di Kuin pada masa itu merupakan pendukung budaya Islam di Kal-Sel. Tinggalan arkeologis di Kal-Sel yang mencirikan masa berkembangnya pengaruh budaya Islam, di antaranya berupa reruntuhan keraton, makam Islam, Masjid, maupun naskah Islam kuna.
Eksploitasi yang berlangsung pada masa Islam yang dilakukan oleh bangsa asing untuk pertama kalinya dilakukan oleh Belanda terhadap sumberdaya batubara di Pengaron, Kab. Banjar. Hal ini dibuktikan dengan adanya sisa struktur loji Belanda yang dikenal Benteng Pengaron. Pada skala yang lebih luas, tinggalan arkeologis yang menunjukan adanya pengaruh kolonialisme Belanda, Inggris, dan Jepang di Kal-Sel berupa benteng,bangunan prasarana pemukiman/pertambangan bergaya arsitektur eropa, makam Belanda dan klenteng.
Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!http://arkeologi.infogue.com/laporan_pameran_arkeologi_kal_sel