PENTINGNYA PENDIDIKAN DALAM PENBANGUNAN NASIONAL

Mei 29, 2008 at 7:35 am (artikel)

PENTINGNYA PENDIDIKAN DALAM PENBANGUNAN NASIONAL

Hadirnya Kebangkitan Nasional tidak terlepas dari peranan penjajahan Belanda. Yang telah menguras kekayaan alam di nusantara ini. Kebangkitan Nasional timbul akibat dari adanya pendidikan yang dilakukan pemerintahan penjajah. Ini dilakukan akibat adanya tekanan dari dalam negara Belanda tersebut kelompok Humanisme dan Sosialisme. Pihak tersebut berpendapat sepantasnya berterima kasih kepada rakyat jajahan atas jasanya kepada pemerintahan (politik etis) dicetuskan oleh Van de Bosh. Akan tetapi dibalik politik tersebut masih ada kepentingan pemerintah kolonial, seperti pendidikan. Sebenarnya tujuan untuk menjadikan pegawai rendahan kolonial dan hanya untuk orang-orang tertentu/kalangan atas. Dan ternyata harapan pemerintah kolonial lain dengan kenyataan, kini Indonesia telah merdeka.

Pada masa kini hampir di seluruh dunia telah timbul pemikiran baru terhadap status pendidikan, pengetahuan diterima dan dihayati sebagai kekayaan yang sangat berharga dan benar-benar produktif, sebab pekerjaan produktif pada masa kini adalah pekerjaan yang didasarkan pada akal, bukan pada tangan. Pembentukan orang-orang terdidik karena merupakan pembentukan modal yang paling penting, sebab jumlah, mutu dan terutama pemanfaatnya adalah petunjuk yang paling berarti. Itulah sebabnya hampir di semua negara pada abad ke-20 ini membuat pendidikan sebagai perhatian. Dapat dilihat pada negara kita ini telah diatur tentang APBN dan APBD 30% untuk pendidikan.

Sebab manusia merupakan faktor produksi yang sangat menentukan dalam usaha pembangunan, manusia merupakan agent of development. Karena investasi dalam faktor manusia merupakan suatu keharusan. Mencapai hal itu diperlukan suatu sarana, sarana itu adalah pendidikan. Setiap negara kalau mau maju dan berkembang haruslah membuat supaya pendidikan itu efektif. Pendidikan harus mampu berfungsi mengubah mental yang kolot dan mampu menggalakan inovasi dan mempengaruhi secara kreatif pola dan perilaku masyarakat. Jika suatu bangsa tidak mampu mengembangkan sumber-sumber manusianya, negara itu tidak akan dapat membangun negaranya. Karena itu pengembangan dan pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu syarat penting bagi pembangunan,

Pada negara-negara bekas jajahan, selama dalam belenggu penjajahan hampir semua lapangan kehidupan disesuaikan dengan dan didasarkan pada kepentingan penjajah. Sekolah-sekolah diselenggarakan untuk mempersiapkan penduduk negeri bekerja sebagai juru tulis dan pegawai rendahan. Sesuai dengan keinginan penjajah untuk membuat negara jajahan tetap sebagai penyangga kehidupan dan pembangunan negaranya, maka diusahakan supaya tidak ada keinginan atau dihalangi keinginan untuk merdeka.

Sesudah memperoleh kemerdekaan, pemerintahan negara-negara sedang berkembang ingin memajukan bangsa dan negaranya, termasuk bidang pendidikannya. Namun terbatas karena kemampuan tenaga dan biaya, perhatian utama hanya diberikan pada pembangunan ekonomi. Akibatnya walaupun mereka telah memperoleh kemerdekaan, kurikulum, dan sistem pendidikan yang lama masih tetap berlangsung, maksimal hanya ada perubahan kecil.

Pada sekarang pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara belumlah tercapai. Masih banyak anak-anak yang belum mendapat pendidikan dasar, banyak hal yang mendukung masalah ini. Mulai dari masalah ekonomi sampai soal kesadaran tentang pentingnya pendidikan. Mahal biaya pendidikan menjadikan orang-orang yang tidak mampu tidak bisa sekolah. Mahal biaya dapat diatasi dengan diadakan pendidikan gratis yang telah ditetapkan dibeberapa kabupaten.

Meskipun ada sisi positif dan negatifnya dengan diadakan pendidikan gratis ini. Sisi positif yang orang-orang kelas menengah kebawah bisa ikut sekolah sampai tingkat atas. Sisi negatif dari pendidikan gratis ini anak-anak sekolah dengan mudahnya bolos dalam belajar dengan keluyuran dijalan raya. Setiap kebijakan itu harus ada mengatur agar dapat berjalan sesuai rencana.

Lain lagi dengan kesadaran akan pentingnya pendidikan, pada daerah tertentu misalnya di daerah pinggiran pantai atau pegunungan. Para orang tua lebih suka anaknya bekerja membantu mereka, karena hasilnya akan langsung didapat secara nyata. Sedangkan kalau sekolah hanya mengeluarkan biaya dan memakan waktu lama untuk memperoleh hasilnya. Hanya orang-orang tua yang mengerti akan penting pendidikan dengan senang hati menyuruh anaknya sekolah.

Pada masalah ini guru harus berperan aktif dalam menyadarkan masyarakat yang belum mengerti akan pentingnya pendidikan. Pendidikan adalah untuk masa depan dalam menbangun negara dan mencapai tujuan yang diinginkan oleh para perintis kemerdekaan, yaitu untuk mencapai kesejahteraan seluruh masyarakat dan rakyat Indonesia.

Permalink Tidak ada Komentar

Mei 22, 2008 at 3:35 am (Lagu Banjar)

RINDU DANDAMAN

Kakamban sulam… kakamban sulam… hai sari gading…

Asap pelita… asap pelita… ditengah malam…

Siang wan malam… siang wan malam… kada taguring…

Maganang kaka… maganang kaka… nang tulak madam…

Siang wan malam… siang wan malam… kada taguring…

Maganang kaka… maganang kaka… nang tulak madam…

Limau purut hai sayang buah timpiring…

Batang pisang hai sayang ambil gadangnya…

Ungut-ungut hai sayang bapadah garing…

Hati rindam hai sayang ngalih obatnya…

Sirap kahayan… sirap kahayan… warnanya lasam…

Kayu sulaman… kayu sulaman… baikat banar…

Kaka marasa… kaka marasa… nang karindangan…

Rindu dandaman…rindu dandaman… banua orang…

Kaka marasa… kaka marasa… nang karindangan…

Rindu dandaman…rindu dandaman… banua orang…

Limau purut hai sayang buah timpiring…

Batang pisang hai sayang ambil gadangnya…

Ungut-ungut hai sayang bapadah garing…

Hati rindam hai sayang ngalih obatnya…

Belang kasua… belang kasua… jangan di putik…

Buah binalun… buah binalun… hijau wan habang…

Pabila jua… pabila jua… kaka pang bulik…

Lawas pang ulun… lawas pang ulun…hadang mahadang…

Pabila jua… pabila jua… kaka pang bulik…

Lawas pang ulun… lawas pang ulun…hadang mahadang…

Limau purut hai sayang buah timpiring…

Batang pisang hai sayang ambil gadangnya…

Ungut-ungut hai sayang bapadah garing…

Hati rindam hai sayang ngalih obatnya…

Bigi katumbar… bigi katumbar… wan bigi sarai…

Sambal di pirik… sambal di pirik…di atas anai…

Harap basabar… harap basabar… adding mahadang…

Bila ku bulik…bila ku bulik… langsung badatang…

Harap basabar… harap basabar… adding mahadang…

Bila ku bulik…bila ku bulik… langsung badatang…

Limau purut hai sayang buah timpiring…

Batang pisang hai sayang ambil gadangnya…

Ungut-ungut hai sayang bapadah garing…

Hati rindam hai sayang ngalih obatnya…

Permalink Tidak ada Komentar

HIMASINDO : FASILITAS DAN KEPEDULIAN FAKULTAS

Mei 20, 2008 at 9:23 am (Tentang FKIP UNLAM)

HIMASINDO FKIP

Himasindo (Himpunan Mahasiswa Seni Indonesia) adalah organisasi kegiatan mahasiswa yang bergerak dalam bidang seni. Latar belakang berdirinya organisasi ini sebagai wadah untuk mahasiswa yang mempunyai minat dalam bidang seni teater. Organisasi mahasiswa ini didirikan oleh para dosen Bahasa Indonesia sekitar awal tahun 90 an. Himasindo pada masa pendirian dikhususkan untuk prodi Bahasa Indonesia dan Daerah. Pada perkembangan sekarang, organisasi ini bukan milik jurusan tertentu tetapi sudah diambil alih oleh fakultas, sehingga mahasiswa yang mempunyai minat dalam bidang seni teater dapat menjadi anggota.

Untuk menjadi anggota himasindo tidak begitu susah, hanya diperlukan keberanian tampil dimuka umum dalam berteater. Untuk mencari keanggotaan yang baru himasindo mempunyai dua cara :

· Pengumuman

Seperti lembaga-lembaga organisasi lainnya, bila mereka memerlukan keanggotaan yang baru. Mereka mengadakan mengadakan penerimaan anggota yang baru yaitu dengan menempelkan selebaran yang ditempel di mading kampus. Menurut mereka cara seperti ini tidak banyak mendapat anggota.

· Rekrutmen

Di sini para anggota yang lama, secara perorangan mengajak angkatan bawah di jurusan mereka yang dianggap cocok untuk bergabung. Cara seperti lebih banyak mendapat anggota yang baru. Yang nantinya akan menggantikan anggota-anggota lama yang akan lulus kuliah, begitu seterusnya sistem seperti ini akan terus berlanjut. Himasindo anggota tidak hanya dari kalangan mahasiswa juga alumni dari kampus ikut menjadi anggota. Para alumni lebih banyak membantu dalam bidang pengarahan dan pelatihan dalam setiap ada kegiatan.

Kegiatan latihan yang dilakukan himasindo tidak pernah dalam kampus karena mereka selalu mengadakan latihan di gedung taman budaya. Himasindo sering di undang untuk mengisi acara seni teater yang diadakan oleh lembaga tertentu atau ikut dalam lomba teater. Kalau ada acara di fakultas, mereka mengundang pihak kesenian dari fakultas maupun univesitas lain serta kesenian masyarakat untuk tampil mengisi kegiatan.

Yang menjadi masalah semua organisasi kegiatan mahasiswa yang ada FKIP, tidak hanya himasindo adalah masalah ruangan dan peralatan. Semua organisasi mahasiwa FKIP ruangannya sudah diambil alih menjadi gudang oleh fakultas. Padahal ruangan bagi sebuah organisasi mahasiswa penting, karena bisa digunakan sebagai tempat rapat untuk merencanakan kegiatan, supaya orang-orang yang ingin mendaftar atau ingin sekedar ingin tahu tentang himasindo ini mudah menghubungi, dan sebagai tempat menyimpan alat-alat yang dimiliki.

Dalam pendanaan himasindo tidak mempunyai pemasukan untuk tiap bulannya. Mereka akan mendapat dana bila mengajukan proposal untuk mengadakan kegiatan. Tetapi lebih baik kalau setiap organisasi kegiatan mahasiswa yang ada di setiap fakultas mendapat dana tiap jangka waktu tertentu, misalnya tiap per bulan atau per semester yang bisa disimpan sebagai kas. Sehingga kalau ingin mengadakan acara atau kegiatan tidak perlu mengajukan proposal lagi, cukup menggunakan kas yang ada.

Fakultas seharusnya peduli dalam setiap organisasi yang dibentuk mahasiswa, baik dalam pengadaan ruangan sekretariat, pendanaan, peralatan serta fasilitasnya. Tiap kegiatan yang dilakukan mahasiswa pasti ada manfaatnya, baik bagi fakultas, univesitas, masyarakat, serta mahasiswa itu sendiri.

Permalink Tidak ada Komentar

RUANG MULTIMEDIA FKIP

Mei 20, 2008 at 9:21 am (Tentang FKIP UNLAM)

RUANG MULTIMEDIA FKIP

Kalau berbicara masalah ruangan multimedia, mungkin ini adalah satu ruangan yang paling diminati mahasiswa FKIP. Di dalam Ruang Multimedia ini paling banyak mahasiswanya selain sebagai tempat ruang kuliah anak bahasa Indonesia juga tempat perpustakaan anak bahasa. Dari pengamatan, peralatan ruang multimedia sangat kurang untuk FKIP ini. Di sana hanya terdapat 11 buah computer yang dapat digunakan, sedangkan mahasiswa yang ada di fakultas ini lebih dari 5000 orang. Memang ruangan ini diperuntukan untuk mahasiswa bahasa baik anak bahasa Inggris dan anak bahasa Indonesia, tapi bukan berarti mahasiswa lain tidak memakainya. Mereka juga bayar uang kuliah, jadi semua fasiltas kampus adalah milik mahasiswa.

Kenapa mahasiswa memerlukan ruangan ini, ruangan multimedia menyediakan layanan internet gratis. Bagi mereka yang nama gratis pasti sangat membantu apalagi buat mahasiswa yang yang berkantong pas-pasan. Lebih baik uang buat biaya ke warnet ditabung atau digunakan untuk hal yang lebih baik misalnya membeli buku penunjang kuliah. Ruangan ini juga merupakan salah satu bagian dari tujuan pendidikan FKIP yaitu tentang mahasiswa yang memiliki pengetahuan dan teknologi. Idealnya tiap jurusan memiliki layanan multimedia yang bisa mendukung kemampuan mahasiswa dalam berteknologi dan mengembangkan pengetahuan sesuai jurusannya.

Ruangan multimedia dikampus FKIP ada dua yang pertama pada fakultas MIPA, tapi disini ditarik bayaran. Mungkin inilah yang menyebabkan mahasiswa malas pergi ke multimedia di ruangan MIPA. Yang kedua multimedia milik bahasa, inilah kita bicarakan, mulai dari ruangannya, fasilitasnya, manfaatnya dan penyalahgunaannya. Menurut sejarahnya multimedia ini berdiri karena dipelopori oleh salah satu dosen sejarah, karena ingin mendukung program visi dan misi dari FKIP.

Soal ruangan seperti disebutkan diatas multimedia berfungsi ganda, mulai dari tempat kegiatan kuliah anak bahasa, tempat perpustakaan, tempat internet ria. Tdak tahu kenapa jadi multimedia fungsinya jadi seperti namanya. Mungkin untuk menunjang kemampuan teknologi dan jaringan anak bahasa Indonesia. Kalau kegiatan kuliah sedang berlangsung kita boleh saja masuk dan memakai sarana internet asal jangan ribut dan mengganggu kuliah yang sedang berlangsung. Baiknya tempat kuliah dan ruangan multimedia harus dipisahkan dan diberikan ruangan khusus supaya fasilitas peralatan komputernya dapat ditambah.

Manfaatnya ruangan ini tentunya sebagai tempat internet gratis dan tempat mencari ilmu untuk menunjang pendidikan masing-masing. Yang namanya fasilitas pasti ada penggunaannya dan penyalahan fungsinya. Menurut pengamatan penulis sekitar 60% pengguna multimedia tidak memanfaatkannya sesuai penunjang prodinya. Kebanyakan mereka suka mendown-load situs-situs yang tidak begitu penting dalam waktu yang lama, seperti Friendters, Youtube, game serta lainnya. Mereka yang mendown-load hal semacam ini biasa tak suka diganggu oleh mereka yang ingin memakai untuk kepentingan kuliah. Saya pernah mengalaminya, padahal waktu mau meminjam sebentar untuk mengirim tugas kalau dihitung dengan waktu tidak sampai dari 10 menit. Itu pun ditolak dengan alasan sedang mendown-load sesuatu.

Permalink 2 Komentar

Mei 20, 2008 at 9:17 am (Lagu Banjar)

ALAHAI SAYANG

Itam-itam marintam buahnya manis…itam-itam maritam buahnya manis…

Mulai bakambang luruh sakaki…mulai bakambang luruh sakaki…

Ahai…alahai sayang…ahai…alahai sayang…

Biar hirang lamunnya ku pandang manis…biar hirang lamunnya ku pandang manis…

Sakali ku pandang…cocok di hati…sakali ku pandang… cocok di hati…

Ahai…alahai sayang…ahai…alahai sayang…

Itam-itam tampuknya tampuk palawi…itam-itam tampuknya tampuk palawi…

Batanglah kamuning luruh kambangnya…batanglah kamuning luruh kambangnya…

Ahai…alahai sayang…ahai…alahai sayang…

Biar hirangnya manis tapi panggawi…biar hirangnya manis tapi panggawi…

Awak putih kuning apa gunanya…awak putih kuning apa gunanya…

Ahai…alahai sayang…ahai…alahai sayang…

Anak lalak ya guring-guring bagantung…anak lalak ya guring-guring bagantung…

Anak-anak warik manyanyi akan… anak-anak warik manyanyi akan…

Ahai…alahai sayang…ahai…alahai sayang…

Kada harat rupanya lamun bauntung…kada harat rupanya lamun bauntung…

Kalakuan baik lagi baiman…kalakuan baik lagi baiman…

Ahai…alahai sayang…ahai…alahai sayang…

Permalink Tidak ada Komentar

Mei 20, 2008 at 9:16 am (Lagu Banjar)

HALIN

Banaik pinang si bungas langkar… banaik pinang…

Batis bakait jangan dibasuh di banyu karuh…di banyu karuh…

Lamun taganang si bungas langkar…lamun taganang…

Wayah baulir banyunya mata kada taduh…kada taduh…

Basaksi marangkai janji…badapat batamu sudah batali…

Umay padihnya kada badaya…badan ku…*

Basaksi marangkai janji…badapat batamu sudah batali…

Tinggal basarah lawan nang kuasa…Ilahi…Rabbi…

Daun mingkudu si bungas langkar…daun mingkudu…

Kembanglah rampai jangan di ikat… di buncu kain…di buncu kain…

Halinlah jodoh si bungas langkar…halinlah jodoh…

Baluman sampai taniat hati kada kalain…kada kalain… kembali *

Kada kalain… kada kalain…

Permalink Tidak ada Komentar

Mei 20, 2008 at 9:15 am (Lagu Banjar)

NANANG GALUH

Diang Galuh Banjar…umay langkarnya aduh bungasnya…

Rambut kariting maikal mayang…matanya bulat mabintang siang…

Pipinya licin… nang kaya pauh di layang…

Diang Galuh Banjar…pinggangnya ramping aduhai sakacak malam…

Nang kaya Putri Junjung Buih… nang hanyar turun matan kayangan…

Kadada duanya… sayang kadada tandingnya…

Apalagi lamun ading sayang…nang badandam kada alang-alang…

Banyak si nanang hati karindangan…maigut jarigi kada karasaan…

Apalagi lamun ading sayang…nang badandam kada alang-alang…

Banyak si nanang hati karinyuman…maigut jarigi sampai badarahan…

Diang Galuh Banjar… nang aku ganang siang wan malam…

Diang Galuh Banjar…pinggangnya ramping aduhai sakacak malam…

Nang kaya Putri Junjung Buih… nang hanyar turun matan kayangan…

Kadada duanya… sayang kadada tandingnya…

Apalagi lamun ading sayang…nang badandam kada alang-alang…

Banyak si nanang hati karindangan…maigut jarigi kada karasaan…

Apalagi lamun ading sayang…nang badandam kada alang-alang…

Banyak si nanang hati karinyuman…maigut jarigi sampai badarahan…

(Apalagi lamun kaka sayang… yang baasih kada alang-alang…

Banyak si galuh hati karindangan… maigut jarigi kada karasaan…

Apalagi lamun kaka saying… yang baasih kada alang-alang…

Banyak si galuh hati karinyuman… manyasah pian sampai kagilaan…)

Permalink Tidak ada Komentar

BERI AKU SENYUM

Mei 20, 2008 at 9:03 am (cerita Hidup)

Sejak kita berbicara saat itu, sudah tidak pernah aku melihat senyum kamu. Sampai sekarang aku hanya bisa memandangmu. Sebenarnya aku ingin menyapa lebih dulu seperti yang kau katakan pada teman kamu, yang juga teman aku. Tapi aku gengsi saja duluan kalau menyapa dulu, apalagi kalau dilihat muka kamu itu cemberut terus. Sadar atau tidak sejak kita sama-sama menunggu. Rutinitas pertemuan kita sangat sering, bahkan pernah duduk bersampingan, berhadapan, saling membelakangi. Kata teman aku, kita ini terlalu sombong untuk saling mengalah. Entah berapa ini akan berlangsung, mudah-mudahan es yang ada padamu maupun yang ada padaku mencair. Jujur saja aku sudah bosan dengan keadaan ini. Aku ingin ajak kamu seperti dulu lagi jalan bareng, bisa ke rumah kamu lagi, kalau ketemu tidak ada beban. Tapi pasti kamu tidak mau karena takut rasa yang ada padaku muncul lagi. Kalau masalah itu, aku hanya bisa menguranginya tidak bisa menghilangkannya. Paling bisa aku hanya mampu menyimpannya dalam sekecil-kecilnya dalam hati. Aku ingin kamu tahu betapa sangat mencintai kamu. Selalu ingin membantumu dan menjagamu meskipun hanya sekecil debu. Selama kita bersama apa aku pernah membuatmu kecewa, marah, maupun merasa tidak nyaman. Kalau aku pernah, dengan serendah hati aku minta maaf. Walaupun sekarang kamu itu telah menjadi miliknya, entah siapa. Tapi semua itu tak penting, biar kamu memilihnya bukan diriku yang tidak sempurna dibanding dirinya. Bagiku asal kamu bahagia dengan pilihamu itu aku sudah senang. Sekarang yang aku inginkan hanya senyummu tersungging saat kita bertemu, paling tidak tundukan dagumu yang indah itu. Mudah-mudahan kamu rela melakukan untukku?

Permalink Tidak ada Komentar

Sedikit tentang pemilik blog

Mei 16, 2008 at 1:58 am (Tentang Saya)

Aku dilahirkan di Kandangan tanggal sekian bulan sekian tahun sekian. Alamat rumah … no… rt…jalan… Riwayat pendidikan hampir semua program pernah diikuti SDN … SLTP … SMKN 2 Kandangan. Kalau masalah sekolah kada kaya orang, sering bolos. Alhamdulillah bisa diterima di UNLAM.

Sebagai anak kuliah yang latar prodinya sejarah. Pandangan hidup pun berdasarkan sejarah. Masa lalu adalah penuh dengan kenangan yang baik, buruk, sedih, dan bahagia. Masa kini adalah kenyataan yang penuh pemikiran. Masa depan adalah penuh harapan untuk kehidupan lebih baik.

Itu dulu tentang saya…

Permalink Tidak ada Komentar

DAMPAK DAN MANFAAT PERTAMBANGAN DI KALSEL

Mei 11, 2008 at 9:26 am (artikel)

SUMBER DAYA ALAM KAL-SEL DALAM ERA KEBANGKITAN NASIONAL SERTA MANFAAT DAN DAMPAKNYA
Kekayaaan sumber daya alam di Indonesia sangatlah kaya. Baik yang ada di laut berupa ikan, terumbu karang, keindahan dasar lautnya. Kekayaan alam daratnya lebih banyak lagi, mulai dari flora, fauna, batu-batuan mulia, serta pertambangan. Secara objektif kekayaan alam tersebut dibagi 2: kekayaan alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources). Bila kita melihat Indonesia ini seperti zambrud di dunia. Saking suburnya apa saja yang ditanam akan tumbuh dengan baik. Pola kegiatan ekonomi di Indonesia sangat beragam, wisata sosial budaya, pertanian, perikanan, pertambangan. Sehingga kalau dilihat secara kekayaan yang ada di Indonesia seharusnya tidak ada orang miskin, karena semua yang ada di Indonesia dapat dimanfaatkan.
Kebanyakan daerah di Indonesia saat ini, sebagian besar sumber ekonominya mengandalkan sektor pertambangan, mulai dari Aceh sampai ke Papua. Sangat disayangkan pengelolaan sumber daya alam tersebut diserahkan kepada pihak swasta/asing. Pemerintahan daerah hanya menarik pajak dari apa yang diambil oleh pihak-pihak swasta/asing tersebut. Sadar apa tidak pengelolaan seperti itu harus dikelola oleh pemerintah daerah sendiri. Karena pajak yang diambil dari pertambangan tersebut tidak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan yang didapat oleh pihak tersebut. Kalau dihitung secara persentasi nilai uang pajak yang ditarik oleh pemerintah kecil sekali, bayangkan saja kalau pemerintah dapat uang pajak dari tambang  Rp. 100 milyar pengelola tambang dapat membawa kekayaan hasil tambang senilai Rp. 1 triliyun, atau mungkin lebih besar lagi dari perkiraan saya. Saya lebih tertarik membahas pertambangan yang ada di Kalimantan, soal dampak dan manfaatnya.
Menurut saya pribadi, pertambangan pada wilayah Pulau Kalimantan khususnya Kal-Sel tidak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan. Banyak jalan yang rusak, korban akibat kelalaian pengendara emas hitam sudah sangat banyak, dan yang paling riskan adalah dampak kesehatan bagi masyarakat rute lalu lintas tersebut. Secara ekonomi pertambangan emas hitam sangat menggiurkan masyarakat sekitar, karena dapat mengangkat ekonomi keluarganya. Orang-orang sekitar wilayah pertambangan bisa sugih manggasut karena adanya kegiatan ini, tetapi mereka tidak menyadari dampak panjangnya. Inilah kebodohan masyarakat kita, mereka terbuai akan materi sesaat.
Adanya pertambangan hanya akan menguntungkan orang-orang yang mempunyai modal besar. Untuk beberapa puluh tahun akan datang masyarakat memang mendapatkan keuntungan yang besar. Keluarga mereka bisa bekerja, dan terbalik dari keadaan mereka sebelumnya yang dulunya bekerja sebagai petani, berkebun, dan sebagainya. Mereka bisa membeli motor bahkan mobil, dan paling hebat mereka dapat membangun rumah dari batu. Pertambangan yang mereka buka, biasa dengan membuka lahan hutan lindung. Akibatnya hutan akan kehilangan fungsinya.
Hutan merupakan paru-paru dunia yang dapat menyeimbangkan oksegen di udara yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan. Selain itu, hutan merupakan tempat hidup dan sumber makanan bagi manusia dan hewan. Fungsi lain hutan adalah sebagai penadah air hujan sehingga dapat meresap ke dalam tanah. Secara rinci hutan dapat berfungsi sebagai berikut:
·    Memproduksi hasil hutan seperti kayu dan rotan
·    Mengatur keberadaan air di muka bumi ini
·    Mengatur kesuburan tanah
·    Mempengaruhi unsur-unsur klimatogis seperti hujan, suhu, panas matahari, angin dan kelembaban
·    Menampung hewan dan tumbuhan di bumi
Karena hutan menjadi sumber utama kebutuhan manusia dan mudah didayagunakan oleh manusia maka hutan telah banyak mengalami kerusakan. Bentuk kerusakan hutan ini yang di akibatkan oleh kegiatan manusia, seperti pengalihan fungsi hutan untuk menjadi daerah pertambangan (legal mening maupun ilegal mening), serta ilegal logging akibat terjadi penyempitan lahan. Menurut para ahli lingkungan saat ini setiap satu menit sekitar 22 hektar hutan tropis di dunia musnah di antaranya sebagian hutan di Sumatera dan Kalimantan. Setiap tahun, sekitar enam juta hektar hutan berubah menjadi lahan kritis.
Jadi, jangan heran kalau daerah-daerah yang dulunya tidak mendapat bencana kini mengalami bencana. Bukan tanpa sebab, ini akibat oleh kepentingan manusia itu sendiri. Ekosistem alam mereka ganggu, sehingga dahulunya hutan yang berfungsi menyimpan air di daerah aliran sungai (DAS), seperti kawasan pahuluan sudah mulai gundul. Sehingga hutan tidak berfungsi baik. Bahkan, kalau dibandingkan dengan zaman sebelum kemerdekaan atau tepatnya masa Kolonial Belanda, lebih masa kolonial dalam pengelolaan alam. Sekejam-kejamnya orang Belanda pada masa nenek moyang kita, lebih kejam orang-orang pribumi sekarang dalam pengelolaan alam.
Orang Belanda dalam mengekpolisasi kekayaan tambang di daerah Banjar masih memperhatikan kondisi lingkungan alam, dengan membuka lahan di daerah pegunungan di Pengaron. Sekarang pertambangan di Kal-Sel terutama batu bara sudah sangat memprihatinkan, hampir semua kabupaten sudah di kapling tanah-tanahnya oleh orang-orang yang  mempunyai kepentingan dalam hal tambang. Mereka tidak peduli akan kelestarian lingkungan hidup, tambang batu bara yang sudah habis ditinggalkan begitu saja. Kata orang, yang melihat hutan kalimantan dari pesawat sudah tidak hijau lagi. Banyak daerah hutan sudah gundul, baik karena akibat ilegal logging maupun bekas area pertambangan.
Seperti kata sebuah artikel pada rubrik disebuah koran. Masyarakat kita tidak perlu kaya mendadak tetapi mengorbankan lingkungan dan membuat anak cucu kita menderita, apalagi yang kaya cuma sebagian orang. Dalam era Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan  Nasional, untuk para pemimpin daerah janganlah terlalu menguras tambang batu bara yang ada di bumi kalimantan selatan ini. Boleh saja memanfaatkan sumber daya alam yang ada, tetapi harus penyeimbangannya. Jangan sampai daerah Kalimantan Selatan ini menjadi gurun pasir seperti di Afrika. Dan jangan hasil tambang alam ini di manfaatkan untuk kepentingan sendiri. Lebih baik digunakan untuk keperluan dalam daerah misalnya untuk bahan bakar listrik yang sering byar-pet.
Masyarakat Kal-Sel jangan terbuai akan keuntungan yang diberikan para pengusaha, baik itu pemerintahnya dan masyarakat sekitarnya. Kalau kita berpikir panjang pastilah kita tidak akan mengizinkan ekplolisasi kekayaan hasil tambang yang ada di daerah kita masing-masing. Secara ekonomi jangka pendek masyarakat banyak mengalami untung dari para penambang tersebut. Dengan pendekatan agama, para penambang tersebut membuat simpati warga masyarakat sekitar area pertambangan, mereka mendekati tokoh ulama dan tokoh masyarakat. Mereka membantu pembuatan mesjid, langgar, mushala, pesantren, dan lain-lain.
Lalu dimana letak masalahnya akan merugikan masyarakat, sedangkan dengan adanya kegiatan tersebut akan meningkatkan aktifitas keagamaan. Sekarang masyarakat dan pemerintah setempat harus berpikir, berapa anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan tempat ibadah tersebut yang keluar keluar dari para bos besar tambang. Kecil sekali dari keuntungan yang mereka dapat. Setelah masyarakat terbuai akan kenikmatan materi sesaat, para bos semakin kaya dengan menguras habis sumber daya alam yang ada di Kal-Sel ini. Mereka membeli apartemen, membangun rumah mewah pulau Jawa, dan berinvestasi dibidang lain.
Masyarakat tidak tahu berapa kekayaan daerah mereka telah dikeruk. Yang pasti mereka dapat hidup dengan nyaman dalam rumah batu mereka, bisa makan dengan enak, tidur ditempat tidur mewah (spring bed), bisa beli mobil. Setelah beberapa puluh tahun, alam mereka telah habis tambangnya, hutan mereka hancur, banyak lubang-lubang galian bekas area tambang. Lalu mereka pun kini telah berhenti sebagai pekerja tambang karena tidak ada lagi aktifitas pertambangan lagi. Uang pesangon mereka hanya cukup untuk 1 atau 2 tahun. Mobil yang dulu mereka beli dijual karena tidak sanggup lagi untuk membiayai pajak serta perawatannya.
Inilah kenyataan yang mereka hadapi, anak-cucu mereka menderita karena olah mereka sendiri. Mereka menikmati bencana yang dibuat sendiri, musim hujan kebanjiran musim kemarau kekeringan. Sedangkan para bos tambang dengan enaknya duduk-duduk, makan enak, jalan-jalan dengan hasil investasi mereka. Mereka hidup dengan nyaman di pulau Jawa, sedangkan kita hanya menikmati penderitaan, karena tidak pindah lagi. Mari masyarakat Kal-Sel jangan biarkan orang-orang luar mengelola tambang kita, mereka hanya ingin menguras kekayaan saja. Bukan ingin memajukan daerah Kal-Sel. Ayo bangkit masyarakat Banjar.

Permalink 1 Komentar

« Tulisan sebelumnya