Gabung yo friends. Kenalan dulu.
Ditulis dalam Tak Berkategori | Bertanda tumpahan banyu panas | Tinggalkan sebuah Komentar »
Negara Ini Anti Islam! Buku Islam Diawasi, Buku PKI Malah Dibiarkan
JAKARTA (voa-islam.com) – Sikap Kejaksaan Agung yang mengawasi buku-buku Islam dinilai sebagai tindakan diskriminatif dan anti Islam. Pasalnya, buku-buku PKI dan buku penodaan Islam malah dibiarkan beredar.
Isu pencekalan buku-buku karya intelektual muslim oleh Kejaksaan Agung RI akhir-akhir ini mendapatkan sorotan umat Islam. Banyak kalangan tokoh-tokoh Islam yang mengecam pelarangan tersebut sebagai kezaliman yang memundurkan bangsa ini ke zaman orde yang paling baru.
Mendengar isu pencekalan tersebut IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) DKI Jakarta kemudian mengirimkan surat permohonan penjelasan mengenai pelarangan buku-buku Islam. Akhirnya Kejaksaan Agung mengirimkan surat penjelasan nomor B-1056/D.2/Dsp.2/10/2011 tertanggal 26 Oktober 2011 kepada pengurus IKAPI.
Dalam surat yang ditandatangani Jaksa Utama Madya, Hindiyana SH tersebut dijelaskan sejak terbitnya putusan MK nomor 6-13-20/PUU-VIII/2010 tanggal 13 Oktober 2010, maka Kejaksaan Agung tidak lagi berwenang mengeluarkan surat keputusan pelarangan buku, namun berdasarkan UU No.16 Tahun 2004 pasal 30 ayat (3) huruf c, Kejaksaan Agung berwenang melakukan pengawasan terhadap barang cetakan yang beredar di Indonesia.
Dengan demikian, Hindayana menegaskan bahwa Kejaksaan Agung tidak pernah mengeluarkan Surat Pelarangan buku sebagaimana yang disebutkan oleh IKAPI DKI Jakarta.
Selanjutnya, jelas Hindayana, Kejagung melakukan tindakan pengamanan terhadap buku-buku yang perlu diwaspadai, sebagai tindaklanjut surat dari Kementerian Bidang POLHUKAM nomor R-100/Seg/Polhukam/5/2011 tanggal 26 Mei 2011 yang diterima Kejaksaan Agung RI perihal penyampaian daftar buku-buku yang perlu diwaspadai, untuk meneliti dan mengkaji buku-buku tersebut.
….Negara ngawur ya begitu! Itu buku tentang penodaan agama dan buku PKI nggak diawasi. Kenapa giliran buku-buku Islam malah diawasi, apa negara ini sudah dikuasai oleh orang-orang ateis dan penghina agama?…
Menanggapi surat dari Kejagung RI tersebut direktur An-Nasr Institute Munarman SH menilai tindakan Kejaksaan tersebut sebagai potret ngawur negara, karena bersikap sangat diskriminatif. Pasalnya, buku-buku komunis dan buku-buku yang menghina agama tidak diawasi, justru buku-buku agama yang diawasi. Dengan fakta-fakta ini, Munarman mempertanyakan, apakah negara ini sedang dikuasai orang-orang ateis dan penghina agama.
“Negara ngawur ya begitu! Itu buku tentang penodaan agama seperti buku ‘Lubang Hitam Agama’ dan buku ‘Fiqih Lintas Agama’ sudah lama dilaporkan kok nggak ada tindakan pengawasan oleh Kejakgung? Begitu juga buku ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI’ dan ‘Anak PKI Masuk Parlemen’, kok nggak diawasi oleh Kejakgung? Kenapa giliran buku-buku Islam malah diawasi, apa negara ini sudah dikuasai oleh orang-orang ateis dan penghina agama?” jelasnya kepada voa-islam.com, Senin (31/10).
Munarman yang juga ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) itu menjelaskan, FPI telah melaporkan empat judul buku secara resmi ke Kejaksaan Agung lantaran dinilai melanggar menodai agama dan makar terhadap negara. Buku “Lubang Hitam Agama” dan “Fiqih Lintas Agama” yang jelas-jelas menghina agama, melanggar pasal 156a KUHP tentang tindak pidana penodaan agama. Sedangkan buku “Aku Bangga Jadi Anak PKI” dan “Anak PKI Masuk Parlemen” dinilai melanggar pasal 107a KUHP atas upaya makar terhadap negara.
“Coba bandingkan empat buku tadi. Buku itu sudah dilaporkan secara resmi oleh FPI ke Kejakgung, tapi sampai sekarang kok nggak diawasi juga? Padahal jelas itu buku melanggar pasal 156a KUHP dan 107a KUHP yang diancam lima tahun penjara ke atas,” ungkapnya.
…Jadi betul kata Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, negara ini diurus oleh gerombolan anti Islam…
Jika negara ini mau serius, tambah Munarman, seharusnya Kejakgung bisa melarang buku-buku yang telah dilaporkan FPI sebelum Undang-Undang nomor 4/PNPS/1963 dicabut MK pada bulan Oktober tahun 2010 lalu.
“Padahal laporan FPI itu sebelum PNPS 1963 itu dicabut, kalau negara ini memang serius jalankan! Kejakgung mestinya sebelum PNPS 1963 tentang pelarangan buku itu dicabut MK, sudah melarangnya sejak dulu, eh.. malah sekarang buku Islam diawasi. Jadi betul kata Ustadz Abu Bakar Ba’asyir negara ini diurus oleh gerombolan anti Islam,” pungkasnya. [taz/ahmed widad]
Ditulis dalam Tak Berkategori | Tinggalkan sebuah Komentar »
Nama : Riduan Saidi
NIM : A1A106048
Mata Kuliah : Sejarah Pendidikan Indonesia
1. Pendidikan Islam yang dikembangkan di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan sejak masa Kolonial (1900an) adalah merupakan sebuah resistensi (perlawanan), kesadaran modernitas (adaptasi) dan sekaligus sebagai kesadaran membangun identitas (jatidiri bangsa), jelaskan maksud pernyataan tersebut?
Jawaban :
Berdasarkan pertanyaan di atas yang dimaksud dari resistensi (perlawanan), kesadaran modernitas (adaptasi) dan sekaligus sebagai kesadaran membangun identitas (jatidiri bangsa) pada pendidikan Islam di Kalimantan Selatan, yakni:
a. Resistensi (perlawanan). Pendidikan Islam di Kalimantan Selatan merupakan pendidikan yang sudah berkembang sebelum adanya bangsa Kolonial, yaitu pendidikan secara tradisional yang dimana pendidikan ini dilakukan di tempat tuan guru (rumah guru yang mengajar), di surau-surau / langgar, dan juga di pesantren-pesantren. Kemudin setelah masuknya pendidikan umum yaitu pendidikan yang berasal dari bangsa Kolonial, maka pendidikan Islam menjadi semakin di persempit keberadaanya, hal ini terbukti dengan adanya diantara kebijakan pemerintah kolonial dalam pengawasan pendidikan Islam adalah diterbitkannya “ordonasi Guru” ordonasi pertama yang dikeluarkan tahun 1905 mengharuskan setiap guru agama Islam untuk meminta dan memperoleh izin terlebih dahulu sebelum melaksanakan tugasnya menjadi guru Agama. Sedangkan ordonasi kedua yang dikeluarkan pada tahun 1925 hanya mewajibkan guru Agama untuk melaporkan diri. Kedua ordonasi ini dimaksudkan sebagai media pengontrol bagi pemerintah kolonial untuk mengawasi sepak terjang para pengajar dari penganjur agama Islam di negeri-negeri Nusantara.
Kemudian dengan semakin berkembangnya organisasi islam di Kalimantan Selatan maka pendidikan Islam pun semakin bertambah Oleh sebab itu, perkembangan agama melalui pendidikan tradisional langgar kemudian diikuti oleh sistem pendidikan klasikal khususnya dilakukan oleh organisasi-organisasi keagamaan, diantaranya Madrasah Persatuan Perguruan Islam (PPI), Madrasah Syarikat Islam seperti Particuliere Hollands Inlandse School (PHIS) di Marabahan, Madrasah Musyawaratutthalibin, Sekolah-sekolah Muhammadiyah, Madrasah Darussalam di Martapura, Arabische School dan Normal Islam di Amuntai.
Jadi ini merupakan salah satu perlawanan terhadap keberadaan pendidikan umum dengan cara melalui pendidikan Islam yang seperti disebutkan di atas di Kalimantan Selatan.
b. Kesadaran modernitas (adaptasi). Melalui pendidikan umum maupun pendidikan yang berbasis islam kesadaran modernitas
2. Apa saja yang membedakan pada sistem pendidikan (model pengajaran, kurikulum, filosofi yang dibangun oleh pemerintah yang berkuasa) pada masa Kolonial Belanda dan Jepang?
Jawaban :
Secara umum sistem pendidikan pada masa VOC dapat digambarkan sebagai berikut:
(1) Pendidikan Dasar
Berdasar peraturan tahun 1778, dibagi kedalam 3 kelas berdasar rankingnya. Kelas 1 (tertinggi) diberi pelajaran membaca, menulis, agama, menyanyi dan berhitung. Kelas 2 mata pelajarannya tidak termasuk berhitung. Sedangkan kelas 3 (terendah) materi pelajaran fokus pada alphabet dan mengeja kata-kata. Proses kenaikan kelas tidak jelas disebutkan, hanya didasarkan pada kemampuan secara individual. Pendidikan dasar ini berupaya untuk mendidik para murid-muridnya dengan budi pekerti. Contoh pendidikan dasar ini antara lain Batavische school (Sekolah Betawi, berdiri tahun 1622); Burgerschool (Sekolah Warga-negara, berdiri tahun 1630); Dll.
(2) Sekolah Latin
Diawali dengan sistem numpang-tinggal (in de kost) di rumah pendeta tahun 1642. Sesuai namanya, selain bahasa Belanda dan materi agama, mata pelajaran utamanya adalah bahasa Latin. Setelah mengalami buka-tutup, akhirnya sekolah ini secara permanent ditutup tahun 1670.
(3) Seminarium Theologicum (Sekolah Seminari)
Sekolah untuk mendidik calon-calon pendeta, yang didirikan pertama kali oleh Gubernur Jenderal van Imhoff tahun 1745 di Jakarta. Sekolah dibagi menjadi 4 kelas secara berjenjang. Kelas 1 belajar membaca, menulis, bahasa Belanda, Melayu dan Portugis serta materi dasar-dasar agama. Kelas 2 pelajarannya ditambah bahasa Latin. Kelas 3 ditambah materi bahasa Yunanu dan Yahudi, filsafat, sejarah, arkeologi dan lainnya. Untuk kelas 4 materinya pendalaman yang diasuh langsung oleh kepala sekolahnya. Sistem pendidikannya asrama dengan durasi studi 5,5 jam sehari dan Sekolah ini hanya bertahan selama 10 tahun.
(4) Academie der Marine (Akademi Pelayanan)
Berdiri tahun 1743, dimaksudkan untuk mendidik calon perwira pelayaran dengan lama studi 6 tahun. Materi pelajarannya meliputi matematika, bahasa Latin, bahasa ketimuran (Melayu, Malabar dan Persia), navigasi, menulis, menggambar, agama, keterampilan naik kuda, anggar, dan dansa. Tetapi iapun akhirnya ditutup tahun 1755.
(5) Sekolah Cina
1737 didirikan untuk keturunan Cina yang miskin, tetapi sempat vakum karena peristiwa de Chineezenmoord (pembunuhan Cina) tahun 1740. selanjutnya, sekolah ini berdiri kembali secara swadaya dari masyarakat keturunan Cina sekitar tahun 1753 dan 1787.
(6) Pendidikan Islam
Pendidikan untuk komunitas muslim relatif telah mapan melalui lembaga-lembaga yang secara tradisional telah berkembang dan mengakar sejak proses awal masuknya Islam ke Indonesia. VOC tidak ikut campur mengurusi atau mengaturnya.
Pada akhir abad ke-18, setelah VOC mengalami kebangkrutan, kekuasaan Hindia Belanda akhirnya diserahkan kepada pemerintah kerajaan Belanda langsung. Pada masa ini, pendidikan mulai memperoleh perhatian relatif maju dari sebelumnya. Beberapa prinsip yang oleh pemerintah Belanda diambil sebagai dasar kebijakannya di bidang pendidikan antara lain: (1) Menjaga jarak atau tidak memihak salah satu agama tertentu; (2) Memperhatikan keselarasan dengan lingkungan sehingga anak didik kelak mampu mandiri atau mencari penghidupan guna mendukung kepentingan kolonial; (3) Sistem pendidikan diatur menurut pembedaan lapisan sosial, khususnya yang ada di Jawa.; (4) Pendidikan diukur dan diarahkan untuk melahirkan kelas elit masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung supremasi politik dan ekonomi pemerintah kolonial. Jadi secara tidak langsung, Belanda telah memanfaatkan kelas aristokrat pribumi untuk melanggengkan status quo kekuasaan kolonial di Indonesia.
Setelah Februari 1942 menyerang Sumatera Selatan, Jepang selanjutnya menyerang Jawa dan akhirnya memaksa Belanda menyerah pada Maret 1942. Sejak itulah Jepang kemudian menerapkan beberapa kebijakan terkait pendidikan yang memiliki implikasi luas terutama bagi sistem pendidikan di era kemerdekaan. Hal-hal tersebut antara lain: (1) Dijadikannya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi pengantar pendidikan menggantikan Bahasa Belanda; (2) Adanya integrasi sistem pendidikan dengan dihapuskannya sistem pendidikan berdasarkan kelas sosial di era penjajahan Belanda.
Sistem pendidikan pada masa pendudukan Jepang itu kemudian dapat diikhtisarkan sebagai berikut:
(1) Pendidikan Dasar (Kokumin Gakko / Sekolah Rakyat). Lama studi 6 tahun. Termasuk SR adalah Sekolah Pertama yang merupakan konversi nama dari Sekolah dasar 3 atau 5 tahun bagi pribumi di masa Hindia Belanda.
(2) Pendidikan Lanjutan. Terdiri dari Shoto Chu Gakko (Sekolah Menengah Pertama) dengan lama studi 3 tahun dan Koto Chu Gakko (Sekolah Menengah Tinggi) juga dengan lama studi 3 tahun.
(3) Pendidikan Kejuruan. Mencakup sekolah lanjutan bersifat vokasional antara lain di bidang pertukangan, pelayaran, pendidikan, teknik, dan pertanian.
(4) Pendidikan Tinggi.
Jepang juga memandang perlu melatih guru-guru agar memiliki keseragaman pengertian tentang maksud dan tujuan pemerintahannya. Materi pokok dalam latihan tersebut antara lain: (1) Indoktrinasi ideologi Hakko Ichiu;
(2) Nippon Seisyin, yaitu latihan kemiliteran dan semangat Jepang;
(3) Bahasa, sejarah dan adat-istiadat Jepang;
(4) Ilmu bumi dengan perspektif geopolitis; serta
(5) Olaharaga dan nyanyian Jepang. Sementara untuk pembinaan kesiswaan, Jepang mewajibkan bagi setiap murid sekolah untuk rutin melakukan beberapa aktivitas berikut ini: (1) Menyanyikan lagi kebangsaan Jepang, Kimigayo setiap pagi; (2) Mengibarkan bendera Jepang, Hinomura dan menghormat Kaisar Jepang, Tenno Heika setiap pagi; (3) setiap pagi mereka juga harus melakukan Dai Toa, bersumpah setia kepada cita-cita Asia Raya; (4) Setiap pagi mereka juga diwajibkan melakukan Taiso, senam Jepang; (5) Melakukan latihan-latihan fisik dan militer; (7) Menjadikan bahasa Indonesia sebagai pengantar dalam pendidikan. Bahasa Jepang menjadi bahasa yang juga wajib diajarkan.
3. Buat peta konsep (skema) lalu jelaskan tentang hubungan antara pendidikan dan munculnya kesadaran berbangsa? Dan mengapa kajian pendidikan pada periode awal abad XX merupakan hal penting untuk dijelaskan?
Jawaban membentuk organisasi
(Pendidikan)—————(Melahirkan)——————(Elit)—–
————-(Membentuk)——————(Organisasi)——————(Nasionalisme)
pada periode awal abad 20 merupakan hal penting untuk dijelaskan, karena pendidikan adalah proses perubahan sikap dan tata kelakuan seseorang atau kelompok orang dalam usaha medewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Ditulis dalam Tugas Kuliah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Setelah melihat sedikit cuplikan dari film yang bertemakan laga (action) ini, saya teringat akan film dari Thailand berjudul ”Ong Bak”. Subtansi cerita antara kedua film ini memang berbeda. Di mana film ”Ong Bak” pertarungannya banyak memakai seni bela diri dari negara tersebut yaitu Thai Boxing. Sedangkan film ”Merantau” mengangkat seni bela diri Pencak Silat yang khas Indonesia.
Dari potongan film ”Merantau” yang sekilas ditayangkan. Ada beberapa kesamaan dengan film Thailand diantaranya penggambaran karakter dari tokoh utama dan beberapa alur ceritanya. Dalam film ”Merantau” tokoh utama Yudha (Iko Uwais) mirip dengan Ting (diperankan Tony Ja). Bagaimana cara berpakaian dan cara memakai tas antara dua tokoh tersebut cendrung sama.
Dari alur ceritanya, digambarkan tokoh utama dari film ”Merantau” pergi supaya mendapatkan pengalaman hidup dengan diiringi ibu dan saudaranya. Film ”Ong Bak” diceritakan Ting harus pergi untuk mendapatkan kembali kepala patung Budha yang telah dicuri dari desanya.
Film ”Merantau” juga menceritakan pertarungan jalanan yang terdapat di Jakarta. Dan ini juga ada dalam film dari Thailand, bagaimana Ting harus bertarung di arena jalanan. Dan beberapa adegan dari film ”Merantau” yang mirip dengan film ”Ong Bak”.
Meskipun begitu film ini tetap menarik untuk ditonton, apalagi bagi penggemar film laga. Film ini akan rilis perdana 6 Agustus 2009 di bioskop-bioskop di kota anda. Dan saya harus nonton…
Ditulis dalam Film | Tinggalkan sebuah Komentar »
Berbicara mengenai sejarah, maka kita akan membahas bagaimana sebuah peristiwa dimasa lalu ditulis kembali. Masalahnya bagaimana metode yang dipakai untuk menjelaskan atau memaparkannya cerita tersebut. Dalam hal ini ada pertentangan untuk menjelaskan peristiwa sejarah.
Pertama orang-orang yang menganut mazhab positifisme. Mereka menggunakan hukum-hukum alam dalam memaparkan sebuah fenomena sejarah. Bahwa peristiwa sejarah atau peristiwa sosial lainnya memiliki sifat generalisasi yang sama. Dan bisa dipakai dalam menganalisa semua peristiwa dengan hukum yang sama. Seperti lazimnya mereka pakai dalam menjelaskan semua fenomena alam. Apalagi jika membaca sebuah penulisan sejarah yang memakai Covering Law Mode (CLM). Para penganut mazhab ini sangat kental dalam memakai genaralisasi dengan memakai X1, X2, X3, dst sampai terjadinya sebuah Y (peristiwa).
Kedua para penentang positifisme, yaitu hermeneutic knowledge (paradigma interpretatif) maupun critical/ emancipatory (paradigma kritik). Mereka berpendapat bahwa sebuah peristiwa tidak bisa dilihat dari hal-hal yang tampak saja. Ada hal yang tersembunyi dari sebuah fenomena sosial secara umum atau fenomena sejarah secara khusus yang tidak bisa dipahami oleh hukum-hukum alam/eksa. Bagi penganut kedua mazhab ini tidak semua fenomena yang ada dalam kehidupan manusia dapat dianalisis dengan angka dan data.
Secara mendasar positifisme terlalu terikat dengan hukum umum yang dipakai dalam ilmu eksa. Serta cenderung menganalisa masalah dari satu pisau dan hanya membuat sebuah cerita sejarah berdasarkan pada satu sebab akibat (monokausalitas). Saya pribadi lebih dapat memahami sebuah eksplanasi sejarah dari berbagai sebab yang saling berkaitan yang menimbulkan peristiwa tersebut.
Dengan menggunakan berbagai kaca mata dalam menganalisa sebuah kejadian. Maka sebuah cerita sejarah akan menjadi lebih menarik dan lengkap. Menulis ataupun memaparkan peristiwa sejarah dari berbagai teori ilmu sosial membuat cerita sejarah lebih mudah dipahami. Mengapa sebuah peristiwa bisa terjadi.
Kita ambil contoh peristiwa reformasi 98 yang meruntuhkan orde baru. Dilihat dari gerak sejarah yang bersifat spiral maka terlihat pola dari timbul, berkembang, dan runtuh. Ataupun jika kita melihatnya dari gerak sejarah yang lain baik bersifat linear dan siklus. Tergantung bagaimana kita menjelaskannya.
Bila memakai sudut pandang multikausalitas terjadinya reformasi merupakan akumulatif dari sekian banyak masalah sosial yang terjadi pada masa orde baru. Jika menganalisa dari satu sisi saja, maka keberhasilan reformasi terlihat secara sepihak. Para mahasiswa mengklaim bahwa mereka yang berhasil menurunkan pemerintahan Orde Baru. Seperti yang tertulis pada awal paragraf tadi, runtuhnya Orde Baru dari sudut multikausalitas maka peran mahasiswa hanya menjadi salah satu sebab.
Dilihat dari berbagai kacamata (multikasaulitas) berhasilnya gerakan reformasi adalah sebagai berikut :
- Ekonomi
Krisis moneter dari luar tepat September 1997 di Thailand berimbas kepada ekonomi Indonesia. Dan menimbulkan krisis ekonomi kemudian berdampak menjadi krisis kepercayaan serta terus berlanjut menjadi krisis politik.
- Budaya
Rezim Orde Baru yang mempunyai sifat represif terhadap perlawanan-perlawanan dari bawah terhadap rezim yang berkuasa. Menimbulkan masalah baru yang siap meledak bila tekanan dari atas sudah berkurang atau tidak ada lagi. Karena akar masalahnya belum selesai.
- Sosial
Demontrasi massif mahasiswa yang bersatu dengan rakyat dan didukung elit-elit oposisi yang berpandangan reformis seperti Amien Rais terutama di Jakarta. Serta kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah sejak 1996.
- Politik
Berubahnya para teknorat Soeharto, dimana mereka mulai menarik dukungannya. Pada saat itu banyak menteri yang mengundurkan diri secara bersamaan. Paling penting adalah pecahnya kalangan elit pendukung Soeharto dari sipil maupun militer.
- Soeharto Pribadi
Kondisi kesehatan Soeharto yang menurun. Dan membuat ia harus meletakan jabatannya. Ada yang mengatakan lengser kprimbon, dimana kharisma mulai berkurang sinarnya dimata sebagian rakyat.
Lalu kita analisis lagi dari monokausalitas maka gerakan reformasi berhasil karena mahasiswa akan terlihat janggal. Bukankah pergerakan mahasiswa melawan rezim Orde Baru telah terjadi berulang kali antara lain peristiwa Malari 1974 dan Penyerbuan ITB 1978 oleh tentara, dst. Boleh dikatakan perlawanan mahasiswa berhasil digagalkan pemerintah. Jadi dengan multikausalitas dalam eksplanasi sejarah menjadikan sejarah lebih mudah dipahami.
Ditulis dalam Tugas Kuliah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Nasionalisme adalah solidaritas kesadaran yang bersifat subyektif. Ia telah mendorong berbagai suku bangsa, yang masing-masing punya bahasa, dan ragam kebudayaan berbeda untuk mempunyai kesadaran menjadi suatu bangsa, dengan satu bahasa, dan satu tanah air.
Kesadaran subyektif semacam ini, di dalam kehidupan kita, sama nyata dan sama wajarnya dengan peristiwa jatuh cinta antara lelaki dan perempuan, yang sukar diterangkan kejadiannya secara obyektif semata.
Nasionalisme adalah unsur pembentukan negara yang sangat utama, apalagi bagi bangsa yang tengah berkembang. Sumpah Pemuda di tahun 1928 adalah batu dasar bagi kesadaran berbangsa dan bernegara yang dengan mengagumkan telah diletakan leluhur kita, 17 tahun sebelum proklamasi kelahiran Republik Indonesia dicanangkan.
Sehingga dibanding bangsa-bangsa lain, proses pembentukan negara oleh bangsa kita bisa disebut lancar. Meskipun ada gerakan-gerakan separatisme pada permulaan sejarah republik kita, tetapi semuanya bisa diatasi tanpa berkepanjangan. Di dalam gerakan-gerakan separatisme itu tidak ada sanggahan-sanggahan terhadap kesadaran satu bahasa dan satu bangsa, sehingga setelah persoalan politik diatasi maka kesatuan negara pun bisa diciptakan kembali.
Kesadaran kedaulatan berbangsa dan bernegara tidak selalu membangkitkan kesadaran untuk bersatu dalam satu bahasa. Misalnya, rakyat Belgia, Kanada, Swiss, dan India, tidak punya bahasa nasional meskipun mereka mempunyai kesadaran satu bangsa dan satu negara. Kesadaran akan pentingnya kedaulatan bangsa dan negara di dalam membina kehidupan bersama di dalam suatu masyarakat, itulah yang saya artikan sebagai nasionalisme. (Rendra ; Penyair & Kritik Sosial ; hal: 105)
Ditulis dalam artikel | 1 Komentar »
NAMA : RIDUAN SAIDI
NIM : A1A106048
MK : EVALUASI PEMBELAJARAN
Soal : SLTP
Kelas/Semester : VII/ I
| No |
Pokok Bahasan |
No. Soal |
Kategori Kognitif |
Jml |
|||||
|
C1 |
C2 |
C3 |
C4 |
C5 |
C6 |
||||
| 1 | Perkembangan makhluk hidup dan manusia pra sejarah. |
1 |
x |
|
|
|
|
|
1 |
|
2 |
x |
|
|
|
|
|
1 |
||
|
3 |
x |
|
|
|
|
|
1 |
||
|
4 |
x |
|
|
|
|
|
1 |
||
|
5 |
|
x |
|
|
|
|
1 |
||
|
6 |
|
x |
|
|
|
|
1 |
||
|
7 |
|
x |
|
|
|
|
1 |
||
|
8 |
|
|
x |
|
|
|
1 |
||
|
9 |
|
|
|
x |
|
|
1 |
||
|
10 |
|
|
|
|
x |
|
1 |
||
|
Jml |
4 |
3 |
1 |
1 |
1 |
|
10 |
||
Soal Pilihan Ganda :
1.Kehidupan manusia yang belum mengenal tulisan dinamakan masa …
a. Sejarah c. Pra sejarah
b. Proto sejarah d. Pasca sejarah
2.Manusia purba pertama kali muncul di Bumi diperkirakan pada zaman …
a. Primer c. Tertier
b. Sekunder d. Kwarter
3.Zaman Paleozoikom juga dinamakan …
a. Zaman tertua c. Zaman kedua
b. Zaman pertama d. Zaman ketiga
4. Meluasnya lapisan es di Bumi terdapat pada zaman …
a. Paleosen c. Pleistosen
b.Pliosen d. Holosen
5.Ilmu bantu sejarah yang mempelajari lapisan-lapisan bumi adalah
a.Arkeologi c. Paleontologi
b.Geologi d. Antropologi
6.Pithecanthropus erectus berarti …
a. Manusia kera yang berjalan tegak
b.Manusia kera yang bertubuh besar
c.Manusia yang berjalan tegak
d.Manusia yang bertubuh besar
7.Manusia purba yang ditemukan di Solo adalah …
a.Homo neanthertalensis c. Pithecanthropus soloensis
b.Homo wajakensis d. Homo soloensis
8.Berdasarkan lapisan tanah dapat diketahui manusia purba mulai yang termuda sampai tertua. Di bawah ini manakah urutan yang benar manusia purba termuda sampai tertua :
a.Homo wajakensis ; Homo sapiens ; Homo soloensis
b.Homo soloensis ; Homo sapiens ; Homo wajakensis
c.Homo wajakensis ; Pithecanthropus erectus ; Pithecanthropus robustus
d.Homo wajakensis ; Pithecanthropus robustus ; Pithecanthropus erectus
9.Latar belakang para ahli menyebut Homo sapiens adalah manusia cerdas sama seperti manusia sekarang yaitu …
a.Volume otaknya berukuran sekitar 1300 cc
b.Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu
c.Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut
d.Tinggi badan keduanya tidak jauh berbeda sekitar 130 – 210 cm
10.Teori Darwin sempat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan pada zamannya. Apalagi saat itu bersamaan dengan ditemukannya fosil manusia purba jenis ini. Apa nama manusia purba yang ditemukan tersebut …
a.Homo sapiens c. Pithecanthropus robustus
b.Pithecanthropus erectus d. Pithecanthropus soloensis
Kunci Jawaban :
1.c 6. a
2.d 7. d
3.b 8. c
4.c 9. a
5.b 10. b
VALIDITAS TES
PMC dengan simpangan ;
Tabel Kesiapan
|
No |
Nama |
X |
Y |
x |
y |
x2 |
y2 |
xy |
|
1 |
A |
6 |
7 |
-0,5 |
0,6 |
0,25 |
0,36 |
-0,30 |
|
2 |
B |
6 |
6 |
-0,5 |
-0,4 |
0,25 |
0,16 |
0,20 |
|
3 |
C |
7 |
7 |
0,5 |
0,6 |
0,25 |
0,36 |
0,30 |
|
4 |
D |
6,5 |
6 |
0 |
-0,4 |
0 |
0,16 |
0 |
|
5 |
E |
6 |
7 |
-0,5 |
0,6 |
0,25 |
0,36 |
-0,30 |
|
6 |
F |
6 |
6 |
-0,5 |
-0,4 |
0,25 |
0,16 |
0,20 |
|
7 |
G |
6 |
6 |
-0,5 |
-0,4 |
0,25 |
0,16 |
0,20 |
|
8 |
H |
6,5 |
6 |
0 |
-0,4 |
0 |
0,16 |
0 |
|
9 |
I |
7 |
6 |
0,5 |
-0,4 |
0,25 |
0,16 |
-0,20 |
|
10 |
J |
8 |
7 |
1,5 |
0,6 |
2,25 |
0,36 |
0,90 |
|
∑ |
65 |
64 |
|
|
4 |
2,4 |
1 |
|
Ket:
X = rata-rata ulangan sebelumnya
Y = hasil ulangan sekarang
N = jumlah siswa
x = ∑ X = 65 = 6,5
N 10
y = ∑ Y = 64 = 6,4
N 10
rxy = ____∑xy……
√(∑x2) (∑y2)
= 1…………..
√(4) (2,4)
= 1………
√ 9,6
= 1…..
3,1
= 0,32
Hasil validitas “rendah”
VALIDITAS TES
PMC dengan angka kasar ;
Tabel Kesiapan
|
No |
Nama |
x |
y |
x2 |
y2 |
xy |
|
1 |
A |
6 |
7 |
36 |
49 |
42 |
|
2 |
B |
6 |
6 |
36 |
36 |
36 |
|
3 |
C |
7 |
7 |
49 |
49 |
49 |
|
4 |
D |
6,5 |
6 |
42,25 |
36 |
39 |
|
5 |
E |
6 |
7 |
36 |
49 |
42 |
|
6 |
F |
6 |
6 |
36 |
36 |
36 |
|
7 |
G |
6 |
6 |
36 |
36 |
36 |
|
8 |
H |
6,5 |
6 |
42,25 |
36 |
39 |
|
9 |
I |
7 |
6 |
49 |
36 |
42 |
|
10 |
J |
8 |
7 |
64 |
49 |
56 |
|
∑ |
65 |
64 |
426,5 |
412 |
417 |
|
rxy = NΣxy – (Σx) (Σx)………………….
√{NΣx² – (Σx)²}{NΣy² – (Σy)²}
= 10.417 – (65) (64)……………………..…
√{10.426,5 – (65)²}{10.412 – (64)²}
= 4170 – 4160…………………..……
√{4265 – 4225}{4120 – 4096}
= 10…………..
√{40}{24}
= ..10….
√960
= ..10
31
= 0,32
Hasil validitas “rendah”
RELIABILITAS TES
Metode Belah Dua
|
No |
Nama |
Skor Item |
jml |
Genap(x) |
Ganjil(y) |
x2 |
y2 |
xy |
|||||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
||||||||
|
1 |
A |
1 |
1 |
1 |
0 |
1 |
1 |
1 |
0 |
0 |
1 |
7 |
3 |
4 |
9 |
16 |
12 |
|
2 |
B |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
0 |
0 |
0 |
0 |
6 |
3 |
3 |
9 |
9 |
9 |
|
3 |
C |
1 |
0 |
1 |
1 |
0 |
1 |
1 |
1 |
1 |
0 |
7 |
3 |
4 |
9 |
16 |
12 |
|
4 |
D |
1 |
0 |
1 |
1 |
1 |
0 |
0 |
1 |
1 |
0 |
6 |
2 |
4 |
4 |
16 |
8 |
|
5 |
E |
1 |
1 |
0 |
0 |
0 |
1 |
1 |
1 |
1 |
1 |
7 |
4 |
3 |
16 |
9 |
12 |
|
6 |
F |
1 |
0 |
1 |
1 |
0 |
0 |
1 |
1 |
0 |
1 |
6 |
3 |
3 |
9 |
9 |
9 |
|
7 |
G |
0 |
1 |
1 |
1 |
1 |
0 |
1 |
0 |
1 |
0 |
6 |
2 |
4 |
4 |
16 |
8 |
|
8 |
H |
1 |
1 |
0 |
1 |
1 |
0 |
1 |
1 |
0 |
0 |
6 |
3 |
3 |
9 |
9 |
9 |
|
9 |
I |
0 |
1 |
1 |
0 |
1 |
1 |
0 |
1 |
1 |
0 |
6 |
3 |
3 |
9 |
9 |
9 |
|
10 |
J |
1 |
0 |
1 |
1 |
1 |
0 |
1 |
0 |
1 |
1 |
7 |
2 |
5 |
4 |
25 |
10 |
|
∑ |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
28 |
36 |
82 |
134 |
98 |
|
rxy = NΣxy – (Σx) (Σx)………………….
√{NΣx² – (Σx)²}{NΣy² – (Σy)²}
= 10.98 – (28) (36)………………………
√{10.82 – (28)²}{10.134 – (36)²}
= 980 – 1008………………………
√{820 – 784}{1340 – 1296}
= -28………..
√{36}{44}
= ..-28……
√1584
= ..-28
39,8
= -0,704
r11= 2 r ½ ½……
1+ (r ½ ½)
= 2 . -0,704..
1+ (0,704)
= -1,408
1,704
= -0,826
Ditulis dalam Tugas Kuliah | Tinggalkan sebuah Komentar »
NAMA : RIDUAN SAIDI
NIM : A1A106048
MK : EVALUASI PEMBELAJARAN
Jawaban nomor 1
Soal : SLTP
Kelas/Semester : VII/ I
|
No |
Pokok Bahasan |
No. Soal |
Kategori Kognitif |
Jml |
|||||
|
C1 |
C2 |
C3 |
C4 |
C5 |
C6 |
||||
|
1 |
Perkembangan makhluk hidup dan manusia pra sejarah. |
1 |
x |
|
|
|
|
|
1 |
|
2 |
x |
|
|
|
|
|
1 |
||
|
3 |
x |
|
|
|
|
|
1 |
||
|
4 |
x |
|
|
|
|
|
1 |
||
|
5 |
|
x |
|
|
|
|
1 |
||
|
6 |
|
x |
|
|
|
|
1 |
||
|
7 |
|
x |
|
|
|
|
1 |
||
|
8 |
|
|
x |
|
|
|
1 |
||
|
9 |
|
|
|
x |
|
|
1 |
||
|
10 |
|
|
|
|
x |
|
1 |
||
|
|
|
Jml |
4 |
3 |
1 |
1 |
1 |
|
10 |
Soal Pilihan Ganda :
1. Kehidupan manusia yang belum mengenal tulisan dinamakan masa …
a.Sejarah c.Pra sejarah
b.Proto sejarah d.Pasca sejarah
2.Manusia purba pertama kali muncul di Bumi diperkirakan pada zaman …
a.Primer c.Tertier
b.Sekunder d.Kwarter
3.Zaman Paleozoikom juga dinamakan …
a.Zaman tertua c.Zaman kedua
b.Zaman pertama d.Zaman ketiga
4.Meluasnya lapisan es di Bumi terdapat pada zaman …
a.Paleosen c.Pleistosen
b.Pliosen d.Holosen
5.Ilmu bantu sejarah yang mempelajari lapisan-lapisan bumi adalah
a.Arkeologi c.Paleontologi
b.Geologi d.Antropologi
6.Pithecanthropus erectus berarti …
a.Manusia kera yang berjalan tegak
b.Manusia kera yang bertubuh besar
c.Manusia yang berjalan tegak
d.Manusia yang bertubuh besar
7.Manusia purba yang ditemukan di Solo adalah …
a.Homo neanthertalensis c.Pithecanthropus soloensis
b.Homo wajakensis d.Homo soloensis
8.Berdasarkan lapisan tanah dapat diketahui manusia purba mulai yang termuda sampai tertua. Di bawah ini manakah urutan yang benar manusia purba termuda sampai tertua :
a.Homo wajakensis ; Homo sapiens ; Homo soloensis
b.Homo soloensis ; Homo sapiens ; Homo wajakensis
c.Homo wajakensis ; Pithecanthropus erectus ; Pithecanthropus robustus
d.Homo wajakensis ; Pithecanthropus robustus ; Pithecanthropus erectus
9.Latar belakang para ahli menyebut Homo sapiens adalah manusia cerdas sama seperti manusia sekarang yaitu …
a.Volume otaknya berukuran sekitar 1300 cc
b.Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu
c.Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut
d.Tinggi badan keduanya tidak jauh berbeda sekitar 130 – 210 cm
10.Teori Darwin sempat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan pada zamannya. Apalagi saat itu bersamaan dengan ditemukannya fosil manusia purba jenis ini. Apa nama manusia purba yang ditemukan tersebut …
a.Homo sapiens c.Pithecanthropus robustus
b.Pithecanthropus erectus d.Pithecanthropus soloensis
Kunci Jawaban :
-
c 6. a
-
d 7. d
-
b 8. c
-
c 9. a
-
b 10. b
Jawaban nomor 2
VALIDITAS TES
PMC dengan simpangan ;
Tabel Kesiapan
|
No |
Nama |
X |
Y |
x |
y |
x2 |
y2 |
xy |
|
1 |
A |
6 |
7 |
-0,5 |
0,6 |
0,25 |
0,36 |
-0,30 |
|
2 |
B |
6 |
6 |
-0,5 |
-0,4 |
0,25 |
0,16 |
0,20 |
|
3 |
C |
7 |
7 |
0,5 |
0,6 |
0,25 |
0,36 |
0,30 |
|
4 |
D |
6,5 |
6 |
0 |
-0,4 |
0 |
0,16 |
0 |
|
5 |
E |
6 |
7 |
-0,5 |
0,6 |
0,25 |
0,36 |
-0,30 |
|
6 |
F |
6 |
6 |
-0,5 |
-0,4 |
0,25 |
0,16 |
0,20 |
|
7 |
G |
6 |
6 |
-0,5 |
-0,4 |
0,25 |
0,16 |
0,20 |
|
8 |
H |
6,5 |
6 |
0 |
-0,4 |
0 |
0,16 |
0 |
|
9 |
I |
7 |
6 |
0,5 |
-0,4 |
0,25 |
0,16 |
-0,20 |
|
10 |
J |
8 |
7 |
1,5 |
0,6 |
2,25 |
0,36 |
0,90 |
|
∑ |
65 |
64 |
|
|
4 |
2,4 |
1 |
|
Ket:
X = rata-rata ulangan sebelumnya
Y = hasil ulangan sekarang
N = jumlah siswa
Ditulis dalam Tugas Kuliah | Tinggalkan sebuah Komentar »
Pemilu (pemilihan lima tahun) petama kali sejak Indonesia merdeka adalah tahun 1955. Boleh dikatakan sebagai pemilu yang demokratis. Pemilu masa Orde Baru adalah demokrasi semu, dimana sebelum berlangsung dapat dipastikan yang menang Golkar. Dua partai lain hanya sebagai partai tandingan.
Pemilu 1999 sebagai proses dari kehidupan bernegara setelah ditekan oleh rezim terdahulu. Pemilu ini tergolong sukses dari penyelenggaraannya.
Pemilu 2004, lebih hebat dari Amerika dimana rakyat bisa langsung bisa memilih Presiden dan Wakilnya. Yang akan datang 9 April 2009. Persaingan tidak hanya antar partai tetapi juga antar caleg dalam satu partai.
Sukseskan pemilu demi perbaikan negara…
Ditulis dalam Tak Berkategori | 1 Komentar »
Maiwak dalam bahasa Indonesia diartikan menangkap ikan. Dalam masyarakat Banjar kegiatan menangkap ikan merupakan mata pencarian yang sangat tua. Kondisi geografis menjadi penunjang kegiatan maiwak yang mereka miliki. Maiwak mempunyai arti yang luas sehingga kegiatan ini bisa dibagi dalam beberapa kategori dilihat dari : alat yang digunakan, tempat, dan hasil serta tujuannya.
Kegiatan mencari ikan dari segi tempat : darat dan air. Kegiatan mencari ikan dari segi alat yang digunakan : pancing, jala, jebakan ikan (terbuat dari bambu) dan tombak ikan. Tujuan mencari ikan : sebagai penghasilan utama, subtensi ekonomi, dan kesenangan belaka / hobby. Dua tujuan yang pertama disebutkan dipengaruhi oleh hasil yang didapat. Semua kategori yang tersebut saling berkaitan.
1. Tempat Mencari Ikan
• Maiwak Di Darat
Maiwak di darat bukan berarti menangkap ikan yang ada tanah (tanpa air). Dalam hal ini kegiatan menangkap ikan dilakukan di daerah persawahan tadah hujan. Kegiatan mencari ikan di sawah ini berlangsung sejak musim tanam sampai musim kemarau. Penangkapan ikan ini biasa dilakukan para petani sebagai sampingan dalam kegiatan awal menanam padi (manaradak). Alat yang digunakan pun tergantung kondisi air dan besarnya padi. Perlu diketahui hampir setiap daerah persawahan tadah hujan suku Banjar memiliki bumbun (kolam kecil), yang digunakan ikan-ikan berkumpul di dalamnya pada setiap musim kemarau.
• Maiwak Di Air
Kategori jenis ini kegiatan berlangsung di wilayah air / banyu yang sifat tetap atau tidak dipengaruhi oleh musim kemarau. Tempat mencari ikan mulai dari daerah rawa, sungai, danau, dan laut. Dari segi ekonomi maiwak jenis ini bersifat sebagai sumber penghasilan / mata pencarian, bukan seperti para petani yang sifatnya hanya untuk kebutuhan pribadi.
2. Alat-Alat Yang Digunakan
Alat yang digunakan berdasarkan keadaan alam dan jenis ikan yang akan dicari. Dalam suatu tempat dimana ikan ada terkadang bisa lebih dari 1 alat digunakan. Kita akan mulai dengan alat jenis pancing :
- Unjun / Pancing
• Unjun Biasa
Dalam istilah bahasa Banjar dinamakan maunjun. Alat pancing jenis ini digunakan untuk menangkap ikan yang berukuran kecil, terbuat dari bambu kecil. Panjangnya sekitar 3 m – 4 m. Pada perkembangan selanjutnya unjun biasa berfungsi khusus untuk menangkap satu ikan. Misal unjun sapat (sepat), unjun sapat siam, unjun papuyu (pepuyu), unjun walut (belut), dll.
Tempat penggunaannya daerah persawahan yang padinya masih kecil dan daerah air tawar. Unjun biasa digunakan sewaktu sore atau waktu istirahat saat menanam padi.
• Unjun Payir
Untuk istilah Banjar kegiatan ini dinamakan mamayir atau maunjun payir. Alat pancing jenis ini digunakan untuk menangkap ikan haruan (gabus). Panjangnya sekitar 8 m – 10 m. Berbeda dari unjun biasa, unjun pair menggunakan umpak cirat (katak berukuran sedang). Cara penggunaannya pun berbeda dari dari unjun biasa. Unjun payir umpannya dilempar jauh terlebih dahulu dan kemudian digerakan mirip seekor katak yang sedang berenang.
Tempat penggunaannya di daerah persawahan yang padi sudah tumbuh besar, danau, dan di sungai yang airnya tidak deras. Waktu menggunakan alat ini bisa malam ataupun siang hari.
• Banjur
Istilah Banjar dinamakan mambanjur. Digunakan untuk menangkap ikan haruan (gabus). Bentuknya berbeda dari berbeda dari unjun payir. Kalau unjun payir memiliki panjang sekitar kurang lebih 10 m, banjur panjangnya sekitar 50 cm – 70 cm. Digunakan di daerah sawah yang padinya sudah besar.
Cara penggunaannya banjur diberi umpan cirat. Kemudian di tancapkan atau diletakan di sekitar tumbuhan padi. Kemudian dibiarkan selama satu malam, setelah itu dilihat apakah sudah ada ikannya yang memakan.
- Jala
• Hancau
Istilah bahasa Banjar dinamakan mahancau. Terbuat dari benang ayum-ayum, bentuk rongga belah ketupat dengan ukuran 0,5 cm – 1 cm. Bentuknya jala segi-empat dengan luas sekitar 4 m2 sesuai kondisi tempat. Pada ke- 4 ujung sisinya diberi potongan bambu membentuk tanda tambah. Dan diberi tongkat dari bambu sebagai alat bantu mengangkatnya.
Alat ini digunakan di daerah aliran sungai-sungai kecil. Biasanya dipasang pada pagi hari saat aliran sungai deras. Sesudah beberapa saat ditaruh, hancau diangkat untuk mengambil ikan yang terperangkap. Hal ini dilakukan berdasarkan insting serta pengalaman.
• Ringgi
Istilah bahasa Banjar disebut maringgi. Ringgi ada dua jenis : untuk air tawar (sawah dan sungai ukuran sedang) dan air laut atau sungai ukuran besar. Terbuat dari benang nilon dan rongga berbentuk belah ketupat. Untuk air tawar bentuknya jala persegi panjang dengan lebar 50 cm – 1 m dan panjang 15 – 30 m, dengan ukuran rongga jala 1 cm – 1,5 cm, serta diberi gelang besi sebagai pemberatnya. Untuk air laut atau ukuran sungai besar memiliki panjang 75 m – 150 m dan lebar 1,5 m – 2 m serta diberi pelampung dan pemberat.
Penggunaannya untuk ringgi air tawar dibentangkan dan dibiarkan untuk beberapa lama dan dilihat untuk mengambil ikan terjebak. Ringgi air laut, ringgi dilepaskan ke air dan ditarik dengan menggunakan kapal dan kemudian ditarik kembali untuk mengambil ikan yang terjerat. Kegiatan lempar-tarik ini biasanya berlangsung pada malam hari sampai menjelang pagi.
• Lunta
Dalam bahasa Banjar dinamakan malunta. Lunta sama halnya dengan hancau terbuat dari benang ayum-ayum dan rongga berbentuk belah ketupat dengan ukuran 0,5 cm – 1 cm. Kalau ringgi bentuknya memanjang sedangkan lunta berbentuk kerucut berdiameter 3 m – 7 m. Diujung lebarnya diberi pemberat besi berbentuk rantai panjang (dalam istilah bahasa Banjar dinamakan cincin). Pada ujung kerucutnya diberi tali sebagai alat bantu menarik setelah dilemparkan.
Lunta dipakai di kawasan daerah air tawar seperti sungai ukuran kecil maupun besar dan digunakan juga di danau. Untuk daerah yang airnya dalam biasanya memakai perahu kecil (jukung). Menggunakan lunta tidak semudah seperti saat memakai ringgi atau hancau. Bagi pemula atau orang yang mau mencoba malunta, kebanyakan saat lunta dilempar ke air, lunta tidak berkembang seperti kerucut. Penulis pun sampai sekarang tidak bisa menggunakan lunta.
• Pukat
Pukat tergolong baru orang Banjar. Pukat disini sama dengan istilah sekarang yang digunakan kapal besar dalam menangkap ikan seperti pukat harimau. Untuk penggunakan pukat biasanya dipakai nelayan Banjar di pesisir pantai. Untuk wilayah sungai orang Banjar hanya memakai ringgi.
Penggunaannya sama dengan ringgi yaitu dilemparkan ke laut kemudian di tarik dengan kapal untuk beberapa lama. Setelah itu ditarik kembali ke dalam kapal untuk mengambil ikan yang terjebak. Bentuk pukat seperti kantung besar dengan diameter 30 meter yang terbuat dari bahan khusus yang tak mudah rusak.
- Jebakan Ikan
• Tangguk
Istilah bahasa Banjar manangguk. Tangguk terbuat dari kulit bambu yang dianyam berbentuk setengah bola, tangguk mempunyai dua ukuran : ada ukuran kecil dan ukuran besar. Cara menggunakannya sangat gampang, kita menggerakannya seperti mengeruk tanah dari depan ke belakang. Kemudian diangkat untuk melihat apakah ada ikan yang tersangkut.
Tangguk digunakan di bumbun yang terdapat di sawah-sawah masyarakat saat menjelang musim kemarau. Seperti dijelaskan pada maiwak di darat, bumbun merupakan tempat berkumpulnya ikan pada musim kemarau.
• Lukah
Istilah bahasa Banjar malukah. Lukah terbuat dari potongan bambu yang dibentuk silinder berdiameter 20 cm – 30 cm. Dengan kerapatan potongan bambu antara 0,5 cm – 1 cm. Panjang lukah sekitar 1 m – 1,5 m dan pada bagian belakangnya diberi penutup. Di dalam lukah terdapat satu bentuk kerucut kecil yang berfungsi mencegah ikan telah masuk tidak keluar lagi.
Lukah dipasang di muara batas sawah (bahasa Banjar : galangan) yang airnya deras. Di mana ikan sering lalu lalang dari satu sawah ke sawah lain. Biasanya lukah ditaruh selama satu malam, kemudian diperiksa untuk mengambil ikan yang terperangkap.
• Tampirai
Fungsi tampirai sama dengan lukah yaitu untuk mejebak ikan. Bahannya sama terbuat dari bambu juga. Perbedaan tampirai dengan lukah terletak pada bentuk dan tempat meletakannya.
Bentuk tampirai seperti bentuk tanda hati / amor yang memanjang ke bawah sekitar 1 meter dan lebar 50 cm. Lubang tempat masuk ikan terdapat di sekitar lengkungan dalam bentuk hati. Tampirai dipasang di anak sungai kecil yang deras di mana ikan sering terbawa arus.
• Jambih (Banjar Pahuluan), Sarakap (Banjar Kuala)
Istilah bahasa Banjar manyuar iwak. Bentuk jambih sama seperti lukah, panjangnya sekitar 60 cm. Bedanya jambih tidak mempunyai kerucut dibagian dalamnya. Digunakan di daerah persawahan pada malam hari semasa tanaman padi masih kecil. Dengan cara berjalan di areal sawah ikan disorot lampu khusus (lampu suar) dan didekati secara perlahan dan kemudian disergap menggunakan jambih. Setelah ikan terkurung dalam jambih, lalu diambil dan dimasukan dalam tempatnya (karanjang).
- Tombak Ikan
• Sirapang
Istilah bahasa banjar manumbak iwak. Sirapang terbuat dari batang bambu yang kecil dan diberi mata tombak kecil berjumlah 3 buah sampai dengan 10 buah. Mempunyai panjang sekitar 1,5 m – 2 m.
Alat ini digunakan pada sungai-sungai kecil saat musim kemarau. Di mana air sungai waktu itu sedang dangkal. Saat itu ikan jelas terlihat sedang berenang terutama iwak sanggi.
- Alat lainnya
Semua alat maiwak tersebut kebanyakan berasal dari Banua Enam terutama daerah Hulu Sungai Selatan. Menurut pengalaman penulis sejak kecil sampai sekarang alat-alat tersebut masih digunakan. Untuk alat maiwak di kawasan laut diketahui penulis dari perjalanan wisata kawasan pantai.
Khusus untuk kawasan Hulu Sungai Selatan, alat-alat yang telah disebutkan mungkin masih kurang lengkap mengenai jenisnya. Sebab artikel ditulis tanpa penelitian, hanya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan penulis. Untuk daerah Kalimantan Selatan secara umum, kemungkinan besar alat maiwak sama tetapi beda penamaannya saja. Ibarat peribahasa ”lain lubuk lain ilalang”.
3. Tujuan Maiwak
• Sumber Pendapatan Utama
Seperti kita ketahui suku Banjar tinggal di beberapa kawasan salah satunya daerah sungai besar dan pinggir laut. Seperti di daerah Sungai Nagara, Sungai Barito, dan daerah pinggir pantai Bunifah, Tanifah, Tangkisung, Batakan, dan Pagatan. Masyarakat Banjar yang tinggal disini disebut nelayan (karena profesi mereka menangkap ikan) seperti hal masyarakat pantai pada umumnya di Indonesia. Para nelayan ini menggantungkan hidup dari laut atau sungai besar.
Setelah mereka mendapatkan ikan hasil semalaman menangkap ikan dengan cara pakai pukat atau maringgi. Hasil yang didapat tersebut dilelang di pasar ikan, yang kemudian di distribusikan ke daerah lain (kota-kota dan daerah pedalaman). Uang hasil menjual ikan itulah yang menjadi sumber pendapatan utama.
- Sistem Bagi Hasil
Ikan yang didapat semalam dibagi secara adil. Ikan dibagi untuk pemilik kapal, juru kemudi, juru masak, para penarik jala. Biasanya yang paling banyak dapat adalah pemilik kapal. Dalam pembagian tugas saat mencari ikan kadang-kadang 1 orang merangkap menjadi pemilik kapal dan juru kemudi, dsb.
- Hasil Kebudayaan
Seperti pengertian masyarakat yaitu tempat orang-orang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan (Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi). Masyarakat nelayan juga memiliki kebudayaan, terutama di daerah Pagatan. Yaitu maparentasi (kalau tidak salah), upacara memberi makan laut. Supaya laut selalu memberikan hasil yang berlimpah berupa ikan dan selamat dalam mencari ikan.
• Subtensi Ekonomi
Biasanya hal ini dilakukan oleh masyarakat yang hidupnya bertani. Mereka mencari ikan sekedar untuk kebutuhan sehari-hari. Meskipun kadang-kadang kalau hasil ikan yang didapat banyak, maka ikan tersebut dijual.
• Kesenangan Belaka / Hobby
Maiwak jenis ini tidak mementingkan hasil, yang banyak dilakukan adalah maunjun dan mamayir. Bagi mereka hasil ikan yang didapat persoalan nomor 3. Mereka melakukan aktifitas maiwak setiap akhir pekan dengan rombongan mobil, yang anggota rekan-rekan berkerja atau teman sejawat. Biasanya mereka pergi ke daerah persawahan yang terkenal banyak ikannya.
Dari beberapa cerita yang pernah penulis dengar. Sebenarnya yang mereka cari atau paling disenangi. Ternyata persoalan sebenarnya hanya mencari jarujut iwak (tarikan ikan saat memakan umpan pancing). Makin banyak jarujut iwaknya maka mereka makin senang.
4. Maiwak Pada Masa Sekarang
Sulitnya keadaan ekonomi sekarang menyebabkan orang susah mencari pekerjaan. Maiwak di darat pun menjadi pilihan pekerjaannya. Kalau kegiatan menangkap ikan dahulu konsepnya tradisional, sehingga ekosistem perkembangan ikan tetap terjaga. Dalam arti maiwak pada masa itu hanya menangkap ikan-ikan besar.
Maiwak pada kondisi sekarang tidak memakai konsep tradisional lagi. Sehingga dapat kita lihat dimana ikan yang dahulunya seperti ikan gabus mudah didapatkan sekarang sangat sulit. Konsep maiwak sekarang yang penting hasilnya banyak sehingga kebutuhan anak istri tercukupi. Alasan seperti ini memang tidak salah.
Untunglah hal ini bisa ditangkap oleh anggota-anggota DPRD Kal-Sel. Sehingga saat ini telah dibahas mengenai undang-undang tata cara penangkapan ikan. Apakah perda ini sudah selesai dibahas penulis tidak mengetahuinya. Semoga saja perda ini akan efektif jika sudah diterapkan. Amin. Tidak ada lagi maiwak dengan menggunakan putas, setrum, dan mungkin saja bom ikan.
Ditulis dalam Urang Banjar | 3 Komentar »


