Feeds:
Tulisan
Komentar

Merantau :

Setelah melihat sedikit cuplikan dari film yang bertemakan laga (action) ini, saya teringat akan film dari Thailand berjudul ”Ong Bak”. Subtansi cerita antara kedua film ini memang berbeda. Di mana film ”Ong Bak” pertarungannya banyak memakai seni bela diri dari negara tersebut yaitu Thai Boxing. Sedangkan film ”Merantau” mengangkat seni bela diri Pencak Silat yang khas Indonesia.

Dari potongan film ”Merantau” yang sekilas ditayangkan. Ada beberapa kesamaan dengan film Thailand diantaranya penggambaran karakter dari tokoh utama dan beberapa alur ceritanya. Dalam film ”Merantau” tokoh utama Yudha (Iko Uwais) mirip dengan Ting (diperankan Tony Ja). Bagaimana cara berpakaian dan cara memakai tas antara dua tokoh tersebut cendrung sama.

Dari alur ceritanya, digambarkan tokoh utama dari film ”Merantau” pergi supaya mendapatkan pengalaman hidup dengan diiringi ibu dan saudaranya. Film ”Ong Bak” diceritakan Ting harus pergi untuk mendapatkan kembali kepala patung Budha yang telah dicuri dari desanya.

Film ”Merantau” juga menceritakan pertarungan jalanan yang terdapat di Jakarta. Dan ini juga ada dalam film dari Thailand, bagaimana Ting harus bertarung di arena jalanan. Dan beberapa adegan dari film ”Merantau” yang mirip dengan film ”Ong Bak”.

Meskipun begitu film ini tetap menarik untuk ditonton, apalagi bagi penggemar film laga. Film ini akan rilis perdana 6 Agustus 2009 di bioskop-bioskop di kota anda. Dan saya harus nonton…


Berbicara mengenai sejarah, maka kita akan membahas bagaimana sebuah peristiwa dimasa lalu ditulis kembali. Masalahnya bagaimana metode yang dipakai  untuk menjelaskan atau memaparkannya cerita tersebut. Dalam hal ini ada pertentangan untuk menjelaskan peristiwa sejarah.

Pertama orang-orang yang menganut mazhab positifisme. Mereka menggunakan hukum-hukum alam dalam memaparkan sebuah fenomena sejarah. Bahwa peristiwa sejarah atau peristiwa sosial lainnya memiliki sifat generalisasi yang sama. Dan bisa dipakai dalam menganalisa semua peristiwa dengan hukum yang sama. Seperti lazimnya mereka pakai dalam menjelaskan semua fenomena alam. Apalagi jika membaca sebuah penulisan sejarah yang memakai Covering Law Mode (CLM). Para penganut mazhab ini sangat kental dalam memakai genaralisasi dengan memakai X1, X2, X3, dst sampai terjadinya sebuah Y (peristiwa).

Kedua para penentang positifisme, yaitu hermeneutic knowledge (paradigma interpretatif) maupun critical/ emancipatory (paradigma kritik). Mereka berpendapat bahwa sebuah peristiwa tidak bisa dilihat dari hal-hal yang tampak saja. Ada hal yang tersembunyi dari sebuah fenomena sosial secara umum atau fenomena sejarah secara khusus yang tidak bisa dipahami oleh hukum-hukum alam/eksa. Bagi penganut kedua mazhab ini tidak semua fenomena yang ada dalam kehidupan manusia dapat dianalisis dengan angka dan data.

Secara mendasar positifisme terlalu terikat dengan hukum umum yang dipakai dalam ilmu eksa. Serta cenderung menganalisa masalah dari satu pisau dan hanya membuat sebuah cerita sejarah berdasarkan pada satu sebab akibat (monokausalitas). Saya pribadi lebih dapat memahami sebuah eksplanasi sejarah dari berbagai sebab yang saling berkaitan yang menimbulkan peristiwa tersebut.

Dengan menggunakan berbagai kaca mata dalam menganalisa sebuah kejadian. Maka sebuah cerita sejarah akan menjadi lebih menarik dan lengkap. Menulis ataupun memaparkan peristiwa sejarah dari berbagai teori ilmu sosial membuat cerita sejarah lebih mudah dipahami. Mengapa sebuah peristiwa bisa terjadi.

Kita ambil contoh peristiwa reformasi 98 yang meruntuhkan orde baru. Dilihat dari gerak sejarah yang bersifat spiral maka terlihat pola dari timbul, berkembang, dan runtuh. Ataupun jika kita melihatnya dari gerak sejarah yang lain baik bersifat linear dan siklus. Tergantung bagaimana kita menjelaskannya.

Bila memakai sudut pandang multikausalitas terjadinya reformasi merupakan akumulatif dari sekian banyak masalah sosial yang terjadi pada masa orde baru. Jika menganalisa dari satu sisi saja, maka keberhasilan reformasi terlihat secara sepihak. Para mahasiswa mengklaim bahwa mereka yang berhasil menurunkan pemerintahan Orde Baru. Seperti yang tertulis pada awal paragraf tadi, runtuhnya Orde Baru dari sudut multikausalitas maka peran mahasiswa hanya menjadi salah satu sebab.

Dilihat dari berbagai kacamata (multikasaulitas) berhasilnya gerakan reformasi adalah sebagai berikut :

  • Ekonomi

Krisis moneter dari luar tepat September 1997 di Thailand berimbas kepada ekonomi Indonesia. Dan menimbulkan krisis ekonomi kemudian berdampak menjadi krisis kepercayaan serta terus berlanjut menjadi krisis politik.

  • Budaya

Rezim Orde Baru yang mempunyai sifat represif terhadap perlawanan-perlawanan dari bawah terhadap rezim yang berkuasa. Menimbulkan masalah baru yang siap meledak bila tekanan dari atas sudah berkurang atau tidak ada lagi. Karena akar masalahnya belum selesai.

  • Sosial

Demontrasi massif mahasiswa yang bersatu dengan rakyat dan didukung elit-elit oposisi yang berpandangan reformis seperti Amien Rais terutama di Jakarta. Serta kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah sejak 1996.

  • Politik

Berubahnya para teknorat Soeharto, dimana mereka mulai menarik dukungannya. Pada saat itu banyak menteri yang mengundurkan diri secara bersamaan. Paling penting adalah pecahnya kalangan elit pendukung Soeharto dari sipil maupun militer.

  • Soeharto Pribadi

Kondisi kesehatan Soeharto yang menurun. Dan membuat ia harus meletakan jabatannya. Ada yang mengatakan lengser kprimbon, dimana kharisma mulai berkurang sinarnya dimata sebagian rakyat.

Lalu kita analisis lagi dari monokausalitas maka gerakan reformasi berhasil karena mahasiswa akan terlihat janggal. Bukankah pergerakan mahasiswa melawan rezim Orde Baru telah terjadi berulang kali antara lain peristiwa Malari 1974 dan Penyerbuan ITB 1978 oleh tentara, dst. Boleh dikatakan perlawanan mahasiswa berhasil digagalkan pemerintah. Jadi dengan multikausalitas dalam eksplanasi sejarah menjadikan sejarah lebih mudah dipahami.


Nasionalisme adalah solidaritas kesadaran yang bersifat subyektif. Ia telah mendorong berbagai suku bangsa, yang masing-masing punya bahasa, dan ragam kebudayaan berbeda untuk mempunyai kesadaran menjadi suatu bangsa, dengan satu bahasa, dan satu tanah air.

Kesadaran subyektif semacam ini, di dalam kehidupan kita, sama nyata dan sama wajarnya dengan peristiwa jatuh cinta antara lelaki dan perempuan, yang sukar diterangkan kejadiannya secara obyektif semata.

Nasionalisme adalah unsur pembentukan negara yang sangat utama, apalagi bagi bangsa yang tengah berkembang. Sumpah Pemuda di tahun 1928 adalah batu dasar bagi kesadaran berbangsa dan bernegara yang dengan mengagumkan telah diletakan leluhur kita, 17 tahun sebelum proklamasi kelahiran Republik Indonesia dicanangkan.

Sehingga dibanding bangsa-bangsa lain, proses pembentukan negara oleh bangsa kita bisa disebut lancar. Meskipun ada gerakan-gerakan separatisme pada permulaan sejarah republik kita, tetapi semuanya bisa diatasi tanpa berkepanjangan. Di dalam gerakan-gerakan separatisme itu tidak ada sanggahan-sanggahan terhadap kesadaran satu bahasa dan satu bangsa, sehingga setelah persoalan politik diatasi maka kesatuan negara pun bisa diciptakan kembali.

Kesadaran kedaulatan berbangsa dan bernegara tidak selalu membangkitkan kesadaran untuk bersatu dalam satu bahasa. Misalnya, rakyat Belgia, Kanada, Swiss, dan India, tidak punya bahasa nasional meskipun mereka mempunyai kesadaran satu bangsa dan satu negara. Kesadaran akan pentingnya kedaulatan bangsa dan negara di dalam membina kehidupan bersama di dalam suatu masyarakat, itulah yang saya artikan sebagai nasionalisme. (Rendra ; Penyair & Kritik Sosial ; hal: 105)

NAMA           : RIDUAN SAIDI

NIM               : A1A106048

MK                 : EVALUASI PEMBELAJARAN

Soal                             : SLTP

Kelas/Semester         : VII/ I

No

Pokok Bahasan

No. Soal

Kategori Kognitif

Jml

C1

C2

C3

C4

C5

C6

1 Perkembangan makhluk hidup dan manusia pra sejarah.

1

x

1

2

x

1

3

x

1

4

x

1

5

x

1

6

x

1

7

x

1

8

x

1

9

x

1

10

x

1

Jml

4

3

1

1

1

10

Soal Pilihan Ganda :

1.Kehidupan manusia yang belum mengenal tulisan dinamakan masa …

a. Sejarah                               c. Pra sejarah

b. Proto sejarah                     d. Pasca sejarah

2.Manusia purba pertama kali muncul di Bumi diperkirakan pada zaman …

a. Primer                                c. Tertier

b. Sekunder                            d. Kwarter

3.Zaman Paleozoikom juga dinamakan …

a. Zaman tertua                    c. Zaman kedua

b. Zaman pertama d. Zaman ketiga

4. Meluasnya lapisan es di Bumi terdapat pada zaman …

a. Paleosen                             c. Pleistosen

b.Pliosen                                d. Holosen

5.Ilmu bantu sejarah yang mempelajari lapisan-lapisan bumi adalah

a.Arkeologi                            c. Paleontologi

b.Geologi d. Antropologi

6.Pithecanthropus erectus berarti …

a. Manusia kera yang berjalan tegak

b.Manusia kera yang bertubuh besar

c.Manusia yang berjalan tegak

d.Manusia yang bertubuh besar

7.Manusia purba yang ditemukan di Solo adalah …

a.Homo neanthertalensis     c. Pithecanthropus soloensis

b.Homo wajakensis              d. Homo soloensis

8.Berdasarkan lapisan tanah dapat diketahui manusia purba mulai yang termuda sampai tertua. Di bawah ini manakah urutan yang benar manusia purba termuda sampai tertua :

a.Homo wajakensis ; Homo sapiens ; Homo soloensis

b.Homo soloensis ; Homo sapiens ; Homo wajakensis

c.Homo wajakensis ; Pithecanthropus erectus ; Pithecanthropus robustus

d.Homo wajakensis ; Pithecanthropus robustus ; Pithecanthropus erectus

9.Latar belakang para ahli menyebut Homo sapiens adalah manusia cerdas sama seperti manusia sekarang yaitu …

a.Volume otaknya berukuran sekitar 1300 cc

b.Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu

c.Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut

d.Tinggi badan keduanya tidak jauh berbeda sekitar 130 – 210 cm

10.Teori Darwin sempat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan pada zamannya. Apalagi saat itu bersamaan dengan ditemukannya fosil manusia purba jenis ini. Apa nama manusia purba yang ditemukan tersebut …

a.Homo sapiens                                c. Pithecanthropus robustus

b.Pithecanthropus erectus d. Pithecanthropus soloensis

Kunci Jawaban :

1.c             6. a

2.d             7. d

3.b             8. c

4.c             9. a

5.b             10. b

VALIDITAS TES

PMC dengan simpangan ;

Tabel Kesiapan

No

Nama

X

Y

x

y

x2

y2

xy

1

A

6

7

-0,5

0,6

0,25

0,36

-0,30

2

B

6

6

-0,5

-0,4

0,25

0,16

0,20

3

C

7

7

0,5

0,6

0,25

0,36

0,30

4

D

6,5

6

0

-0,4

0

0,16

0

5

E

6

7

-0,5

0,6

0,25

0,36

-0,30

6

F

6

6

-0,5

-0,4

0,25

0,16

0,20

7

G

6

6

-0,5

-0,4

0,25

0,16

0,20

8

H

6,5

6

0

-0,4

0

0,16

0

9

I

7

6

0,5

-0,4

0,25

0,16

-0,20

10

J

8

7

1,5

0,6

2,25

0,36

0,90

65

64

4

2,4

1

Ket:

X = rata-rata ulangan sebelumnya

Y = hasil ulangan sekarang

N = jumlah siswa

x = ∑ X = 65 = 6,5

N      10

y  = ∑ Y = 64 = 6,4

N      10

rxy = ____∑xy……

√(∑x2) (∑y2)

= 1…………..

√(4) (2,4)

= 1………

√ 9,6

= 1…..

3,1

= 0,32

Hasil validitas “rendah”

VALIDITAS TES

PMC dengan angka kasar ;

Tabel Kesiapan

No

Nama

x

y

x2

y2

xy

1

A

6

7

36

49

42

2

B

6

6

36

36

36

3

C

7

7

49

49

49

4

D

6,5

6

42,25

36

39

5

E

6

7

36

49

42

6

F

6

6

36

36

36

7

G

6

6

36

36

36

8

H

6,5

6

42,25

36

39

9

I

7

6

49

36

42

10

J

8

7

64

49

56

65

64

426,5

412

417

rxy = NΣxy – (Σx) (Σx)………………….

√{NΣx² – (Σx)²}{NΣy² – (Σy)²}

= 10.417 – (65) (64)……………………..…

√{10.426,5 – (65)²}{10.412 – (64)²}

= 4170 – 4160…………………..……

√{4265 – 4225}{4120 – 4096}

= 10…………..

√{40}{24}

= ..10….

√960

= ..10

31

= 0,32

Hasil validitas “rendah”

RELIABILITAS TES

Metode Belah Dua

No

Nama

Skor Item

jml

Genap(x)

Ganjil(y)

x2

y2

xy

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1

A

1

1

1

0

1

1

1

0

0

1

7

3

4

9

16

12

2

B

1

1

1

1

1

1

0

0

0

0

6

3

3

9

9

9

3

C

1

0

1

1

0

1

1

1

1

0

7

3

4

9

16

12

4

D

1

0

1

1

1

0

0

1

1

0

6

2

4

4

16

8

5

E

1

1

0

0

0

1

1

1

1

1

7

4

3

16

9

12

6

F

1

0

1

1

0

0

1

1

0

1

6

3

3

9

9

9

7

G

0

1

1

1

1

0

1

0

1

0

6

2

4

4

16

8

8

H

1

1

0

1

1

0

1

1

0

0

6

3

3

9

9

9

9

I

0

1

1

0

1

1

0

1

1

0

6

3

3

9

9

9

10

J

1

0

1

1

1

0

1

0

1

1

7

2

5

4

25

10

28

36

82

134

98

rxy = NΣxy – (Σx) (Σx)………………….

√{NΣx² – (Σx)²}{NΣy² – (Σy)²}

= 10.98 – (28) (36)………………………

√{10.82 – (28)²}{10.134 – (36)²}

= 980 – 1008………………………

√{820 – 784}{1340 – 1296}

= -28………..

√{36}{44}

= ..-28……

√1584

= ..-28

39,8

= -0,704

r11= 2 r ½ ½……

1+ (r  ½ ½)

= 2 .  -0,704..

1+ (0,704)

= -1,408

1,704

= -0,826

Tugas Ewa

NAMA : RIDUAN SAIDI

NIM : A1A106048

MK : EVALUASI PEMBELAJARAN

Jawaban nomor 1

Soal : SLTP

Kelas/Semester : VII/ I

No

Pokok Bahasan

No. Soal

Kategori Kognitif

Jml

C1

C2

C3

C4

C5

C6

1

Perkembangan makhluk hidup dan manusia pra sejarah.

1

x

1

2

x

1

3

x

1

4

x

1

5

x

1

6

x

1

7

x

1

8

x

1

9

x

1

10

x

1

Jml

4

3

1

1

1

10

Soal Pilihan Ganda :

1. Kehidupan manusia yang belum mengenal tulisan dinamakan masa …

a.Sejarah c.Pra sejarah

b.Proto sejarah  d.Pasca sejarah

2.Manusia purba pertama kali muncul di Bumi diperkirakan pada zaman …

a.Primer c.Tertier

b.Sekunder d.Kwarter

3.Zaman Paleozoikom juga dinamakan …

a.Zaman tertua             c.Zaman kedua

b.Zaman pertama d.Zaman ketiga

4.Meluasnya lapisan es di Bumi terdapat pada zaman …

a.Paleosen c.Pleistosen

b.Pliosen    d.Holosen

5.Ilmu bantu sejarah yang mempelajari lapisan-lapisan bumi adalah

a.Arkeologi   c.Paleontologi

b.Geologi d.Antropologi

6.Pithecanthropus erectus berarti …

a.Manusia kera yang berjalan tegak

b.Manusia kera yang bertubuh besar

c.Manusia yang berjalan tegak

d.Manusia yang bertubuh besar

7.Manusia purba yang ditemukan di Solo adalah …

a.Homo neanthertalensis    c.Pithecanthropus soloensis

b.Homo wajakensis d.Homo soloensis

8.Berdasarkan lapisan tanah dapat diketahui manusia purba mulai yang termuda sampai tertua. Di bawah ini manakah urutan yang benar manusia purba termuda sampai tertua :

a.Homo wajakensis ; Homo sapiens ; Homo soloensis

b.Homo soloensis ; Homo sapiens ; Homo wajakensis

c.Homo wajakensis ; Pithecanthropus erectus ; Pithecanthropus robustus

d.Homo wajakensis ; Pithecanthropus robustus ; Pithecanthropus erectus

9.Latar belakang para ahli menyebut Homo sapiens adalah manusia cerdas sama seperti manusia sekarang yaitu …

a.Volume otaknya berukuran sekitar 1300 cc

b.Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu

c.Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut

d.Tinggi badan keduanya tidak jauh berbeda sekitar 130 – 210 cm

10.Teori Darwin sempat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan pada zamannya. Apalagi saat itu bersamaan dengan ditemukannya fosil manusia purba jenis ini. Apa nama manusia purba yang ditemukan tersebut …

a.Homo sapiens c.Pithecanthropus robustus

b.Pithecanthropus erectus d.Pithecanthropus soloensis

Kunci Jawaban :

  1. c     6. a

  2. d     7. d

  3. b      8. c

  4. c      9. a

  5. b      10. b

Jawaban nomor 2

VALIDITAS TES

PMC dengan simpangan ;

Tabel Kesiapan

No

Nama

X

Y

x

y

x2

y2

xy

1

A

6

7

-0,5

0,6

0,25

0,36

-0,30

2

B

6

6

-0,5

-0,4

0,25

0,16

0,20

3

C

7

7

0,5

0,6

0,25

0,36

0,30

4

D

6,5

6

0

-0,4

0

0,16

0

5

E

6

7

-0,5

0,6

0,25

0,36

-0,30

6

F

6

6

-0,5

-0,4

0,25

0,16

0,20

7

G

6

6

-0,5

-0,4

0,25

0,16

0,20

8

H

6,5

6

0

-0,4

0

0,16

0

9

I

7

6

0,5

-0,4

0,25

0,16

-0,20

10

J

8

7

1,5

0,6

2,25

0,36

0,90

65

64

4

2,4

1

Ket:

X = rata-rata ulangan sebelumnya

Y = hasil ulangan sekarang

N = jumlah siswa


Pemilu Di Indonesia

Pemilu (pemilihan lima tahun) petama kali sejak Indonesia merdeka adalah tahun 1955. Boleh dikatakan sebagai pemilu yang demokratis. Pemilu masa Orde Baru adalah demokrasi semu, dimana sebelum berlangsung dapat dipastikan yang menang Golkar. Dua partai lain hanya sebagai partai tandingan.
Pemilu 1999 sebagai proses dari kehidupan bernegara setelah ditekan oleh rezim terdahulu. Pemilu ini tergolong sukses dari penyelenggaraannya.
Pemilu 2004, lebih hebat dari Amerika dimana rakyat bisa langsung bisa memilih Presiden dan Wakilnya. Yang akan datang 9 April 2009. Persaingan tidak hanya antar partai tetapi juga antar caleg dalam satu partai.
Sukseskan pemilu demi perbaikan negara…

Maiwak dalam bahasa Indonesia diartikan menangkap ikan. Dalam masyarakat Banjar kegiatan menangkap ikan merupakan mata pencarian yang sangat tua. Kondisi geografis menjadi penunjang kegiatan maiwak yang mereka miliki. Maiwak mempunyai arti yang luas sehingga kegiatan ini bisa dibagi dalam beberapa kategori dilihat dari : alat yang digunakan, tempat, dan hasil serta tujuannya.
Kegiatan mencari ikan dari segi tempat : darat dan air. Kegiatan mencari ikan dari segi alat yang digunakan : pancing, jala, jebakan ikan (terbuat dari bambu) dan tombak ikan. Tujuan mencari ikan : sebagai penghasilan utama, subtensi ekonomi, dan kesenangan belaka / hobby. Dua tujuan yang pertama disebutkan dipengaruhi oleh hasil yang didapat. Semua kategori yang tersebut saling berkaitan.
1. Tempat Mencari Ikan
• Maiwak Di Darat
Maiwak di darat bukan berarti menangkap ikan yang ada tanah (tanpa air). Dalam hal ini kegiatan menangkap ikan dilakukan di daerah persawahan tadah hujan. Kegiatan mencari ikan di sawah ini berlangsung sejak musim tanam sampai musim kemarau. Penangkapan ikan ini biasa dilakukan para petani sebagai sampingan dalam kegiatan awal menanam padi (manaradak). Alat yang digunakan pun tergantung kondisi air dan besarnya padi. Perlu diketahui hampir setiap daerah persawahan tadah hujan suku Banjar memiliki bumbun (kolam kecil), yang digunakan ikan-ikan berkumpul di dalamnya pada setiap musim kemarau.
• Maiwak Di Air
Kategori jenis ini kegiatan berlangsung di wilayah air / banyu yang sifat tetap atau tidak dipengaruhi oleh musim kemarau. Tempat mencari ikan mulai dari daerah rawa, sungai, danau, dan laut. Dari segi ekonomi maiwak jenis ini bersifat sebagai sumber penghasilan / mata pencarian, bukan seperti para petani yang sifatnya hanya untuk kebutuhan pribadi.
2. Alat-Alat Yang Digunakan
Alat yang digunakan berdasarkan keadaan alam dan jenis ikan yang akan dicari. Dalam suatu tempat dimana ikan ada terkadang bisa lebih dari 1 alat digunakan. Kita akan mulai dengan alat jenis pancing :
- Unjun / Pancing
• Unjun Biasa
Dalam istilah bahasa Banjar dinamakan maunjun. Alat pancing jenis ini digunakan untuk menangkap ikan yang berukuran kecil, terbuat dari bambu kecil. Panjangnya sekitar 3 m – 4 m. Pada perkembangan selanjutnya unjun biasa berfungsi khusus untuk menangkap satu ikan. Misal unjun sapat (sepat), unjun sapat siam, unjun papuyu (pepuyu), unjun walut (belut), dll.
Tempat penggunaannya daerah persawahan yang padinya masih kecil dan daerah air tawar. Unjun biasa digunakan sewaktu sore atau waktu istirahat saat menanam padi.
• Unjun Payir
Untuk istilah Banjar kegiatan ini dinamakan mamayir atau maunjun payir. Alat pancing jenis ini digunakan untuk menangkap ikan haruan (gabus). Panjangnya sekitar 8 m – 10 m. Berbeda dari unjun biasa, unjun pair menggunakan umpak cirat (katak berukuran sedang). Cara penggunaannya pun berbeda dari dari unjun biasa. Unjun payir umpannya dilempar jauh terlebih dahulu dan kemudian digerakan mirip seekor katak yang sedang berenang.
Tempat penggunaannya di daerah persawahan yang padi sudah tumbuh besar, danau, dan di sungai yang airnya tidak deras. Waktu menggunakan alat ini bisa malam ataupun siang hari.
• Banjur
Istilah Banjar dinamakan mambanjur. Digunakan untuk menangkap ikan haruan (gabus). Bentuknya berbeda dari berbeda dari unjun payir. Kalau unjun payir memiliki panjang sekitar kurang lebih 10 m, banjur panjangnya sekitar 50 cm – 70 cm. Digunakan di daerah sawah yang padinya sudah besar.
Cara penggunaannya banjur diberi umpan cirat. Kemudian di tancapkan atau diletakan di sekitar tumbuhan padi. Kemudian dibiarkan selama satu malam, setelah itu dilihat apakah sudah ada ikannya yang memakan.
- Jala
• Hancau
Istilah bahasa Banjar dinamakan mahancau. Terbuat dari benang ayum-ayum, bentuk rongga belah ketupat dengan ukuran 0,5 cm – 1 cm. Bentuknya jala segi-empat dengan luas sekitar 4 m2 sesuai kondisi tempat. Pada ke- 4 ujung sisinya diberi potongan bambu membentuk tanda tambah. Dan diberi tongkat dari bambu sebagai alat bantu mengangkatnya.
Alat ini digunakan di daerah aliran sungai-sungai kecil. Biasanya dipasang pada pagi hari saat aliran sungai deras. Sesudah beberapa saat ditaruh, hancau diangkat untuk mengambil ikan yang terperangkap. Hal ini dilakukan berdasarkan insting serta pengalaman.
• Ringgi
Istilah bahasa Banjar disebut maringgi. Ringgi ada dua jenis : untuk air tawar (sawah dan sungai ukuran sedang) dan air laut atau sungai ukuran besar. Terbuat dari benang nilon dan rongga berbentuk belah ketupat. Untuk air tawar bentuknya jala persegi panjang dengan lebar 50 cm – 1 m dan panjang 15 – 30 m, dengan ukuran rongga jala 1 cm – 1,5 cm, serta diberi gelang besi sebagai pemberatnya. Untuk air laut atau ukuran sungai besar memiliki panjang 75 m – 150 m dan lebar 1,5 m – 2 m serta diberi pelampung dan pemberat.
Penggunaannya untuk ringgi air tawar dibentangkan dan dibiarkan untuk beberapa lama dan dilihat untuk mengambil ikan terjebak. Ringgi air laut, ringgi dilepaskan ke air dan ditarik dengan menggunakan kapal dan kemudian ditarik kembali untuk mengambil ikan yang terjerat. Kegiatan lempar-tarik ini biasanya berlangsung pada malam hari sampai menjelang pagi.
• Lunta
Dalam bahasa Banjar dinamakan malunta. Lunta sama halnya dengan hancau terbuat dari benang ayum-ayum dan rongga berbentuk belah ketupat dengan ukuran 0,5 cm – 1 cm. Kalau ringgi bentuknya memanjang sedangkan lunta berbentuk kerucut berdiameter 3 m – 7 m. Diujung lebarnya diberi pemberat besi berbentuk rantai panjang (dalam istilah bahasa Banjar dinamakan cincin). Pada ujung kerucutnya diberi tali sebagai alat bantu menarik setelah dilemparkan.
Lunta dipakai di kawasan daerah air tawar seperti sungai ukuran kecil maupun besar dan digunakan juga di danau. Untuk daerah yang airnya dalam biasanya memakai perahu kecil (jukung). Menggunakan lunta tidak semudah seperti saat memakai ringgi atau hancau. Bagi pemula atau orang yang mau mencoba malunta, kebanyakan saat lunta dilempar ke air, lunta tidak berkembang seperti kerucut. Penulis pun sampai sekarang tidak bisa menggunakan lunta.
• Pukat
Pukat tergolong baru orang Banjar. Pukat disini sama dengan istilah sekarang yang digunakan kapal besar dalam menangkap ikan seperti pukat harimau. Untuk penggunakan pukat biasanya dipakai nelayan Banjar di pesisir pantai. Untuk wilayah sungai orang Banjar hanya memakai ringgi.
Penggunaannya sama dengan ringgi yaitu dilemparkan ke laut kemudian di tarik dengan kapal untuk beberapa lama. Setelah itu ditarik kembali ke dalam kapal untuk mengambil ikan yang terjebak. Bentuk pukat seperti kantung besar dengan diameter 30 meter yang terbuat dari bahan khusus yang tak mudah rusak.
- Jebakan Ikan
• Tangguk
Istilah bahasa Banjar manangguk. Tangguk terbuat dari kulit bambu yang dianyam berbentuk setengah bola, tangguk mempunyai dua ukuran : ada ukuran kecil dan ukuran besar. Cara menggunakannya sangat gampang, kita menggerakannya seperti mengeruk tanah dari depan ke belakang. Kemudian diangkat untuk melihat apakah ada ikan yang tersangkut.
Tangguk digunakan di bumbun yang terdapat di sawah-sawah masyarakat saat menjelang musim kemarau. Seperti dijelaskan pada maiwak di darat, bumbun merupakan tempat berkumpulnya ikan pada musim kemarau.
• Lukah
Istilah bahasa Banjar malukah. Lukah terbuat dari potongan bambu yang dibentuk silinder berdiameter 20 cm – 30 cm. Dengan kerapatan potongan bambu antara 0,5 cm – 1 cm. Panjang lukah sekitar 1 m – 1,5 m dan pada bagian belakangnya diberi penutup. Di dalam lukah terdapat satu bentuk kerucut kecil yang berfungsi mencegah ikan telah masuk tidak keluar lagi.
Lukah dipasang di muara batas sawah (bahasa Banjar : galangan) yang airnya deras. Di mana ikan sering lalu lalang dari satu sawah ke sawah lain. Biasanya lukah ditaruh selama satu malam, kemudian diperiksa untuk mengambil ikan yang terperangkap.
• Tampirai
Fungsi tampirai sama dengan lukah yaitu untuk mejebak ikan. Bahannya sama terbuat dari bambu juga. Perbedaan tampirai dengan lukah terletak pada bentuk dan tempat meletakannya.
Bentuk tampirai seperti bentuk tanda hati / amor yang memanjang ke bawah sekitar 1 meter dan lebar 50 cm. Lubang tempat masuk ikan terdapat di sekitar lengkungan dalam bentuk hati. Tampirai dipasang di anak sungai kecil yang deras di mana ikan sering terbawa arus.
• Jambih (Banjar Pahuluan), Sarakap (Banjar Kuala)
Istilah bahasa Banjar manyuar iwak. Bentuk jambih sama seperti lukah, panjangnya sekitar 60 cm. Bedanya jambih tidak mempunyai kerucut dibagian dalamnya. Digunakan di daerah persawahan pada malam hari semasa tanaman padi masih kecil. Dengan cara berjalan di areal sawah ikan disorot lampu khusus (lampu suar) dan didekati secara perlahan dan kemudian disergap menggunakan jambih. Setelah ikan terkurung dalam jambih, lalu diambil dan dimasukan dalam tempatnya (karanjang).
- Tombak Ikan
• Sirapang
Istilah bahasa banjar manumbak iwak. Sirapang terbuat dari batang bambu yang kecil dan diberi mata tombak kecil berjumlah 3 buah sampai dengan 10 buah. Mempunyai panjang sekitar 1,5 m – 2 m.
Alat ini digunakan pada sungai-sungai kecil saat musim kemarau. Di mana air sungai waktu itu sedang dangkal. Saat itu ikan jelas terlihat sedang berenang terutama iwak sanggi.
- Alat lainnya
Semua alat maiwak tersebut kebanyakan berasal dari Banua Enam terutama daerah Hulu Sungai Selatan. Menurut pengalaman penulis sejak kecil sampai sekarang alat-alat tersebut masih digunakan. Untuk alat maiwak di kawasan laut diketahui penulis dari perjalanan wisata kawasan pantai.
Khusus untuk kawasan Hulu Sungai Selatan, alat-alat yang telah disebutkan mungkin masih kurang lengkap mengenai jenisnya. Sebab artikel ditulis tanpa penelitian, hanya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan penulis. Untuk daerah Kalimantan Selatan secara umum, kemungkinan besar alat maiwak sama tetapi beda penamaannya saja. Ibarat peribahasa ”lain lubuk lain ilalang”.
3. Tujuan Maiwak
• Sumber Pendapatan Utama
Seperti kita ketahui suku Banjar tinggal di beberapa kawasan salah satunya daerah sungai besar dan pinggir laut. Seperti di daerah Sungai Nagara, Sungai Barito, dan daerah pinggir pantai Bunifah, Tanifah, Tangkisung, Batakan, dan Pagatan. Masyarakat Banjar yang tinggal disini disebut nelayan (karena profesi mereka menangkap ikan) seperti hal masyarakat pantai pada umumnya di Indonesia. Para nelayan ini menggantungkan hidup dari laut atau sungai besar.
Setelah mereka mendapatkan ikan hasil semalaman menangkap ikan dengan cara pakai pukat atau maringgi. Hasil yang didapat tersebut dilelang di pasar ikan, yang kemudian di distribusikan ke daerah lain (kota-kota dan daerah pedalaman). Uang hasil menjual ikan itulah yang menjadi sumber pendapatan utama.
- Sistem Bagi Hasil
Ikan yang didapat semalam dibagi secara adil. Ikan dibagi untuk pemilik kapal, juru kemudi, juru masak, para penarik jala. Biasanya yang paling banyak dapat adalah pemilik kapal. Dalam pembagian tugas saat mencari ikan kadang-kadang 1 orang merangkap menjadi pemilik kapal dan juru kemudi, dsb.
- Hasil Kebudayaan
Seperti pengertian masyarakat yaitu tempat orang-orang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan (Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi). Masyarakat nelayan juga memiliki kebudayaan, terutama di daerah Pagatan. Yaitu maparentasi (kalau tidak salah), upacara memberi makan laut. Supaya laut selalu memberikan hasil yang berlimpah berupa ikan dan selamat dalam mencari ikan.
• Subtensi Ekonomi
Biasanya hal ini dilakukan oleh masyarakat yang hidupnya bertani. Mereka mencari ikan sekedar untuk kebutuhan sehari-hari. Meskipun kadang-kadang kalau hasil ikan yang didapat banyak, maka ikan tersebut dijual.
• Kesenangan Belaka / Hobby
Maiwak jenis ini tidak mementingkan hasil, yang banyak dilakukan adalah maunjun dan mamayir. Bagi mereka hasil ikan yang didapat persoalan nomor 3. Mereka melakukan aktifitas maiwak setiap akhir pekan dengan rombongan mobil, yang anggota rekan-rekan berkerja atau teman sejawat. Biasanya mereka pergi ke daerah persawahan yang terkenal banyak ikannya.
Dari beberapa cerita yang pernah penulis dengar. Sebenarnya yang mereka cari atau paling disenangi. Ternyata persoalan sebenarnya hanya mencari jarujut iwak (tarikan ikan saat memakan umpan pancing). Makin banyak jarujut iwaknya maka mereka makin senang.
4. Maiwak Pada Masa Sekarang
Sulitnya keadaan ekonomi sekarang menyebabkan orang susah mencari pekerjaan. Maiwak di darat pun menjadi pilihan pekerjaannya. Kalau kegiatan menangkap ikan dahulu konsepnya tradisional, sehingga ekosistem perkembangan ikan tetap terjaga. Dalam arti maiwak pada masa itu hanya menangkap ikan-ikan besar.
Maiwak pada kondisi sekarang tidak memakai konsep tradisional lagi. Sehingga dapat kita lihat dimana ikan yang dahulunya seperti ikan gabus mudah didapatkan sekarang sangat sulit. Konsep maiwak sekarang yang penting hasilnya banyak sehingga kebutuhan anak istri tercukupi. Alasan seperti ini memang tidak salah.
Untunglah hal ini bisa ditangkap oleh anggota-anggota DPRD Kal-Sel. Sehingga saat ini telah dibahas mengenai undang-undang tata cara penangkapan ikan. Apakah perda ini sudah selesai dibahas penulis tidak mengetahuinya. Semoga saja perda ini akan efektif jika sudah diterapkan. Amin. Tidak ada lagi maiwak dengan menggunakan putas, setrum, dan mungkin saja bom ikan.

Sekilas Sejarah Pergerakan Mahasiswa Indonesia
Sejak zaman pergerakan dan kebangkitan nasionalisme, orang-orang muda yang berani dan intelektual adalah rohnya. Mulai Soekarno, Hatta, Kartini, Soetomo, Ki Hajar Dewantara dan sebagainya. Mereka memperjuangkan apa yang dianggapnya benar dan untuk kepentingan bangsanya sampai titik darah penghabisan. Hingga Indonesia merdeka sekarang ini.
Orang intelektual (mahasiswa, pelajar, serta orang terpelajar) dianggap tokoh yang membawa perubahan (agent of change). Pada artikel ini kita akan membahas gerakan mahasiswa dari masa ke masa. Secara umum pergerakan mahasiswa selalu membawa suara rakyat yang ingin perubahan. Aksi mereka murni dari dalam hati atas tidak stabilnya kondisi yang ada mulai dari politik, ekonomi, budaya, dll.
Angkatan 66, faktor penggeraknya karena keadaan politik dan ekonomi yang carut marut pada saat itu. Terjadi kudeta berdarah oleh PKI yang menyebabkan timbulnya korban dari perwira-perwira AD. Mahasiswa, pelajar, serta rakyat yang didukung AD pun bergerak dan bersatu dengan suara yang sama yang terkenal dengan TRITURA. Aksi gabungan massa ini terjadi diberbagai wilayah Indonesia. Dan menimbulkan jatuhnya korban jiwa dari mahasiswa dan rakyat.
Angkatan 98, atau yang lebih dikenal dengan gerakan reformasi. Aksi ini menuntut turunnya Soeharto sebagai presiden yang telah berkuasa lebih dari 30 tahun. Dalam reformasi ini pergerakan mahasiswa berbeda dengan tahun 66. Mahasiswa, LSM, dan rakyat bersatu melawan Soeharto dan AD sebagai pendukung kelenggengan Orba (Orde Baru). Dan kemenangan pun kembali ke tangan mahasiswa dan rakyat. Dari dua dekade yang berbeda dapat kita simpulkan bahwa kalangan mahasiswa adalah agent of change. Selalu bergerak serta bersatu atas hati nurani dan keinginan memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara.
Gerakan Mahasiswa Dalam Reformasi
Reformasi dapat diartikan sebagai suatu gerakan yang ingin mengubah tatanan masyarakat secara damai. Oleh bangsa kita era sekarang merupakan suatu history of the making (sejarah yang sedang dibuat). Dimana pada pasca lengsernya Soeharto, bangsa Indonesia mengalami disintregrasi, munculnya konflik horizontal, dan masalah-masalah yang ditinggalkan rezim terdahulu.
Saat kita (mahasiswa) melawan rezim Orla dan Orba, kita dan rakyat bersatu dengan satu tekad yang menginginkan pembaharuan dan perubahan dalam arti luas. Seperti tahun 66 dan 98, orang-orang intelektual kembali kedalam lingkungan semula yaitu kampus dan sekolah. Kita kembali belajar dan juga bertindak sebagai moral force, agent of change, dan agent of social control.
Dapat kita lihat bagaimana aksi mahasiswa menolak RUU BHP, aksi solidaritas kemanusiaan, dan mengkritik kebijaksanaan pemerintah. Semuanya murni dari kesadaran mahasiswa sendiri, yang diperjuangkan atas nama rakyat secara umum. Pada kondisi yang lain dibeberapa daerah, belakangan para mahasiswa kurang kompak dan bersatu seperti yang terlihat awal Orba dan Reformasi. Malah memperlihatkan seperti bukan orang intelektual lagi (primitive).
Kita lihat dibeberapa tayangan TV, bagaimana antar universitas saling serang, antar fakultas dalam satu kampus, mahasiswa dengan masyarakat umum. Sebab persoalannya hanya soal sepele yaitu ejek-mengejek. Dimana budaya intelektual mereka, mahasiswa bukan jagonya soal main fisik. Tetapi bagaimana saling perang pendapat, argumentasi, opini dan sebagainya yang sejenis.
Dan yang paling parah lagi ada segolongan mahasiswa dalam melakukan aksinya bukan karena hati nurani, melainkan karena sejumlah uang, misal dalam kasus DPRD Sumut. Sebagai orang-orang yang berpendidikan janganlah dan jaga supaya gerakan kita tidak diikuti oleh kepentingan politik suatu golongan. Yang paling penting dan utamakan jika sedang mengelar aksi masa, terjebak hal-hal yang tidak perlu, jangan berbuat anarkis serta terprokasi oleh orang yang tak bertanggung-jawab yang bisa merusak citra mahasiswa itu sendiri.
Sekali lagi perlu ditekankan bahwa masyarakat kampus sebagai masyarakat ilmiah harus benar-benar mengamalkan budaya akademik, terutama untuk tidak terjebak pada politik praktis dalam arti terjebak pada legimitasi kepentingan penguasa. Oleh karena itu sikap masyarakat kampus tidak boleh tercemar oleh kepentingan-kepentingan politik penguasa sehingga benar-benar luhur dan mulia. Dasar kebenaran masyarakat kampus adalah kebenaran yang bersumber pada hati nurani serta sikap moral yang luhur yang bersumber pada Ketuhanan dan kemanusiaan.

Sabtu 5 Agustus 2006, hatiku tidak tenang karena hari ini pengumuman SPMB. Aku memang sudah terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan lulus karena program PMDK. Hari itu aku pergi ke rumah sepupu, menunggu koran langganan datang. Aku memang sudah tahu lulus SPMB dari SMS balasan yang dikirim B-Post. Tapi aku belum puas kalau belum membaca sendiri pengumuman tersebut. Setelah membaca koran ternyata aku lulus di Fakultas yang aku inginkan yaitu FKIP.

Kamis 31 Agustus 2006, hari pertama P2B aku anggap biasa saja karena tak ada yang istimewa, kalau ada tidak penting untuk ditulis. Jum’at 1 September 2006, hari kedua P2B hari ini diadakan senam bersama peserta P2B. Saat itu aku berkenalan dengan Aisyah, orang yang paling kupercaya. Dia berasalnya tidak jauh dari kotaku. Tidak terasa hari-hari menyenangkan tapi berat pun berlalu. Aku sudah resmi sebagai mahasiswa baru, dan kami pun memulai kuliah perdana dengan pembagian dosen Penasehat Akademik.

Rabu 6 September 2006, sebagai orang baru dalam kampus kami kebingungan dalam mencari ruang kuliah. Ada yang dapat ruangan, ada yang tidak ketemu, ada yang salah ruang. Dari sinilah aku bertemu orang memberikan semangat dalam hidupku. Karena salah ruangan, aku berkenalan dengan Rahma. Aku akan memberi sedikit gambaran bagaimana yang namanya Rahma. Awal ketemu orangnya sedikit sombong, sedikit lebih dari aku, kurus, wajahnya sedang-sedang saja. Awal bertemu, dia tidak sengaja salah masuk kelas. Waktu mata kuliah agama.

Rahma duduk di samping aku, pertama-pertama aku cuek saja sama dia. Lama-kelamaan tidak enak juga diaman-diaman. Aku buka pembicaraan kataku “Asalnya dari mana?“. Katanya “Gambut“, dekat saja kataku dalam hati. Kataku “Kamu jurusan apa?” katanya “Bahasa” kataku “Disini tidak jurusan Bahasa,tapi kamu disini saja kalau kamu cari jurusan kamu sudah terlambat juga!”. Habis itu aku ajak kenalan, lalu bicara soal macam-macam. Pokoknya apa yang dibicarakan sama dosen pengajar tidak tahu lagi. Dari sana aku mulai ada hati sama Rahma.

Rabu 13 September 2006, hari ini ada acara di Perpustakaan Umum tempatku kuliah. Di sana akan membahas tentang bagaimana cara menjadi anggota, mencari buku, meminjam buku dan lain. Aku benar-benar tidak menyangka bertemu untuk kedua kalinya, sama Rahma. Benar juga kata orang kalau sudah takdir pasti terjadi. Seperti biasa, kami bicara soal keadaan masing-masing.

Semester I, aku datang ke kelasnya buat bicara tapi tampak dia tidak peduli sama kehadiran aku. Saat itu aku mau minta nomor Hpnya, katanya”Aku tidak punya HP”. Setiap ada waktu, aku pasti usahakan untuk datang ketempat kuliahnya, buat melihat dia. Karena aku sering ke kelasnya, aku jadi dekat dengan anak bahasa. Meskipun dia terus cuek sama aku, aku tetap merasa nyaman karena bisa melihat Rahma secara langsung. Semester pun berlalu dengan cepat. Saat ini pengumuman nilai ujian, tak sengaja aku bertemu dengan Rahma. Dia lagi bingung bagaimana cara melihat nilai. Lalu aku tolong dia sambil menjelaskan cara mencari IP. Kata aku “Kalau mau tahu IP kita berapa catat dulu semua nilai yang didapat, lalu kali dengan bobot lalu di jumlahkan, habis itu dibagi jumlah SKS”. Saat itu aku sangat bahagia sudah bisa menolong Rahma, memang tidak seberapa.

Semester II, tidak terasa aku sudah enam bulan menjadi mahasiswa. Aku benar-benar menikmatinya, cuma ada yang aku sayangkan sampai sekarang belum menemukan belahan jiwaku. Bukannya tidak ada yang mau cuma tidak masuk yang aku idamkan, terus terang aku suka perempuan yang kurus dan sedikit lebih tinggi dari aku. Masalah wajah tidak jadi soal pokoknya sedang-sedang saja Kalau ada yang seperti Rahma orangnya, kalau ada pasti aku suka. Ayo siapa yang mau bantu cari?

Minggu 25 Februari 2007, hari ini aku mau mengerjakan tugas kelompok. Kami sedikit kebingungan dengan bahan. Aku coba meminjam bahan pada prodi lain, anak Bahasa juga. Katanya “Bukunya dipinjam sama Rahma”. Lalu aku minta nomor Rahma katanya”Aku tidak punya nomornya”. Akhirnya aku kembali kepada teman-temanku yang lagi menunggu bahan. Aku bilang”Bukunya dipinjam”. Kata teman aku”Sama siapa?”. Kataku “Sama Rahma”. Temanku bilang”Rasanya aku punya nomornya”. Aku benar-benar tidak sangka dapat nomor Rahma dari teman kelompokku.

Malam harinya aku SMS dia. Punya HP tidak bilang-bilang, sudah lupa sama aku. Padahal aku mau meminjam bahan untuk tugas. Dia balas SMS dari aku. Maaf, aku lupa beritahu kamu. Besok aku bawakan bukunya. Besok paginya aku bertemu dengan dia, aduh senangnya hati ini. Tiap malam aku selalu SMS dia, meskipun jarang dibalasnya. Tapi tidak masalah bagiku, yang penting aku sudah memberikan perhatian sama Rahma. Kalau ada pulsa lebih pasti aku telpon dia, bicara soal tempat tinggal, sekolah, teman, dll. Dan pembicaraan-pembicaraan yang ada, aku tahu rumahnya dekat rumah kakekku.

Rabu 14 Maret 2007, malam hari sekitar jam 09.10. Rencananya aku menyatakan perasaanku pada Rahma lewat telpon. Aku benar-benar bingung dan gugup mau bilang apa. Aku harus siapkan mental untuk mendengar jawaban. Detik-detik yang menegangkan itu berlalu, aku harus menerima kenyataan Rahma hanya mau jadi temanku. Ya sudah aku tidak bisa apa-apa. Tapi aku akan terus berusaha untuk bisa membuat dia jatuh hati padaku.

Selasa 20 Maret 2007, aku menghubungi Aisyah. Aku minta dia buat menemani aku ke rumah keluaganya Rahma. Dia pun menyanggupinya buat bantu aku. Rencananya kalau sudah tahu rumahnya aku gampang ke sana buat ajak jalan atau apa. Sore hari kami pun berangkat, ternyata lumayan jauh dan agak berbelok-belok untuk sampai rumahnya. Setelah itu kami pergi JJS, cari makan tanda terima kasih sama Aisyah.

Selasa 27 Maret 2007, habis kuliah aku coba ajak Rahma jalan. Dan dia mau, inilah pertama kali aku jalan sama dia. Ternyata Rahma bisa dijadikan sebagai teman jalan yang baik. Saat itu perasaanku bahagia karena bisa jalan bareng. Meskipun hanya sebagai teman, mungkin kapan-kapan status jalan sama dia bisa berubah. Seperti malam sebelumnya aku selalu menelpon, untuk dengar suaranya. Bila sudah mendengar suaranya aku bisa tidur dengan nyaman.

Jujur saja aku ingin lupakan dia dan terus berusaha untuk lupakan. Tiap selesai shalat, aku selalu berdo’a untuk diberikan kekuatan untuk melupakannya. Dan bila dia memang untukku maka bukakan hatinya untuk dapat menerima aku. Tapi kenyataannya aku selalu ingat Rahma terus. Aku bingung, tiap tidak memikirkannya selalu teringat wajahnya. Makin dipikirkan makin terbayang. Singkat cerita, langsung ke Semester III.

Semester III, empat hari lagi akan memasuki bulan puasa. Mulai siap-siap untuk menahan lapar dan haus. Bulan Ramadhan tahun ini adalah bulan puasa yang paling berkesan. Hampir tiap sore aku selalu datang ke rumahnya, untuk menunggu magrib/ngaburit atau sekedar melihat muka Rahma yang manis. Ajak dia shalat tarawih di Mesjid Raya, meskipun cuma satu kali. Semakin dekat dengan Idul Fitri aku makin sering ke rumah Rahma. Rasanya berat sekali berpisah. Aku masa bodoh saja, apa dia bosan sama kedatanganku. Hari kemenangan pun telah tiba. Aku pun memberi pesan selamat Idul Fitri buat Rahma.

Seminggu sesudah hari raya, aku datang ke tempatnya, tapi kata pamannya dia masih pulang kampung. Aku masih sering menghubungi dia, tapi tidak ada jawaban. Sudah hampir sebulan ini aku tidak pernah SMS, telpon, apalagi lihat Rahma. Rindu dan ingin bertemu pastilah. Sebenarnya ingin juga aku ke rumahnya, tapi aku tahan saja. Tidak tahu kenapa aku selalu ingat Rahma, aku tak bisa memikirkan perempuan lain. Karena bayangan dia selalu hadir. Rahma, bagaimana caranya lupakan kamu?

Sekarang aku lagi sibuk dan serius kerjakan tugas, tahu-tahu dan tiba-tiba dia SMS aku. Isi SMSnya minta maaf lagi. Harusnya aku yang minta maaf karena sudah ganggu dia, bukan Rahma. Aku jadi memikirkan dia lagi apa dia kasih harapan atau memang mau minta maaf. Lihat saja dulu lebih baik mengerjakan tugas yang lagi banyak.

Senin 14 Januari 2008, Setelah sekian lama aku tidak ketemu sama dia. Aku mencoba ajak nonton. Ada lucu di sini, dia memilih judul film tanpa lihat pemainnya siapa. Pas nonton dia baru sadar kalau dia salah memilih film. Maunya nonton film Butterfly, saat nonton yang main bukan Andika Pratama. Aku tidak masalah mau film apa yang penting bisa sama-sama Rahma. Aku melihat masih ada harapan buat mengejar Rahma. Rencananya aku membuat kue ultah.

Kamis 7 Januari 2008, aku membuat kue khusus buat Rahma. Semuanya aku kerjakan sendiri, beli bahan, alat, lilin, kecuali memberi hiasan habis susah sekali. Semalaman aku membuatnya, yang pertama hancur, yang kedua lumayan, yang ketiga sempurna. Hari minggunya aku beri hiasan dengan bantuan berapa orang. Lumayan baguslah hasilnya, sebelum acara tiup lilin kue tidak akan aku potong.

Senin 11 Januari 2008, jam 12.30 adalah acara potong kue. Aku lihat dia terkesan sekali dengan acara yang kubuat ini. Habis acara ultah, kami mencari tiket film horor, biar seru . Pas nonton itu, ketahuan betapa manisnya Rahma kalau dipandang dari samping. Aduh Ya Allah Ya Rabbi, aku makin tidak bisa lupa dan makin penasaran untuk menaklukan hatinya yang agak keras.

Memang dunia tidak ada yang abadi, 3 hari habis nonton. Aku salah bicara terlalu memaksa dia buat bantu aku mengerjakan tugas. Besok ketemu di Kampus aku dicuekin padahal di sana mau minta maaf. Ya sudah, nanti saja minta maafnya. Besoknya lagi aku telpon dan sms, malah tidak diangkat dan dibalas. Yang jawab malah tantenya, katanya”Rahma sedang pergi, tidak tahu kemana”. Aku bingung harus bagaimana. Datang ke rumahnya tidak ada orangnya atau jangan-jangan dia lagi malas ketemu sama aku. Aku harus tahu rumah keluarganya yang satunya, aku merasa tidak enak saja kalau belum mendengar langsung kata maaf.

Hari ini aku jalan sama Aisyah. Katanya dia pernah ke rumah keluarganya tapi agak lupa. Jadi aku ajak dia pergi mudahan-mudahan ketemu apa yang dicari. Ternyata dia lupa nama gangnya apa. Kami pergi ke Mall, buat cuci mata. Di sini aku benar-benar tidak menyangka bertemu sama Rahma yang sedang jalan sama seorang laki-laki. Memang dia bukan pacar aku, tapi tetap saja hati ini sakit melihatnya. Aku tidak tahu laki-laki itu siapa, mungkin pacar, keluarga, atau orang yang sedang pedekatan sama Rahma. Saat itu aku benar-benar tidak karuan pokoknya rasa marah, cemburu, kecewa campur jadi satu. Tapi aku sadar tidak punya hak buat marah sama dia karena saat ini Rahma cuma teman.

Besok aku mau bicara sama Rahma soal ini. Biar aku bisa memilih buat kedepan masih mengejar dia atau pergi dari kehidupannya. Setelah tadi bicara semua yang ada di hati. Soal rasa cemburu, cinta yang masih terpendam, keinginan terus bersama. Aku tenang sekarang.

Dalam hal ini ada beberapa kurun zaman ditemukan arkeologi di Kal-Sel antara lain :

1. Arkeologi Pra-Sejarah

Sebelum pmanusia hidup menetap pada pemukiman, mereka berpindah-pindah mengikuti sumber daya pendukung kehidupan, seperti flora, fauna, dan kesediaan air. Kawasan Pegunungan Meratus di Kal-Sel dengan seluruh daya dukung kehidupannya telah membuktikan keberadaan hunian manusia prasejarah masa mesolitik-neolitik. Eksistensi manusia pra-sejarah Kal-Sel diketahui sejak 6000 tahun lalu di situs Gua Babi, Dusun Randu, Kec. Muara Uya, Kab. Tabalong. Hal ini dibuktikan melalui temuan eksvasi pada beberapa gua, di antaranya Gua Babi, Gua Tengkorak, dan Gua Cupu berupa, kapak batu, alat serpih, alat tulang, sisa tulang binatang, timbunan cangkang kerang, dan fragmen gerabah. Temuan yang serupa juga ditemui di Gua Sugung, Gua Payung, dan Gua Bangkai di Desa Mantewe, Kec. Mantewe, Kab. Tanah Bumbu.

2. Arkeologi Hindu-Budha

Nafas dan dinamika budaya Hindu-Budha di Kal-Sel dapat dibuktikan melalui temuan arkeologis yang diperoleh selama penelitian maupun yang disimpan oleh penduduk setempat. Tinggalan arkeologis tersebut, diantaranya berupa struktur bangunan candi, fragmen komponen bangunan candi, arca, fragmen keramik/gerabah, prasasti. Sepeti yang terdapat di daerah Amuntai, Barito Kuala, dan Tapin.

3. Arkeologi Islam-Kolonial

Dikenalnya istilah ”Khatib Dayan” sebagai penyebar dakwah Islam dari Demak, menandai mulai berkembangnya pengaruh Islam di Kal-Sel pada abad XVI M. Kerajaan Banjar dengan pusatnya di Kuin pada masa itu merupakan pendukung budaya Islam di Kal-Sel. Tinggalan arkeologis di Kal-Sel yang mencirikan masa berkembangnya pengaruh budaya Islam, di antaranya berupa reruntuhan keraton, makam Islam, Masjid, maupun naskah Islam kuna.

Eksploitasi yang berlangsung pada masa Islam yang dilakukan oleh bangsa asing untuk pertama kalinya dilakukan oleh Belanda terhadap sumberdaya batubara di Pengaron, Kab. Banjar. Hal ini dibuktikan dengan adanya sisa struktur loji Belanda yang dikenal Benteng Pengaron. Pada skala yang lebih luas, tinggalan arkeologis yang menunjukan adanya pengaruh kolonialisme Belanda, Inggris, dan Jepang di Kal-Sel berupa benteng,bangunan prasarana pemukiman/pertambangan bergaya arsitektur eropa, makam Belanda dan klenteng.

Tulisan Sebelumnya »